Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ekspansi Perusahaan Penyebab Madu Lebah Menghilang

Ekspansi Perusahaan Penyebab Madu Lebah Menghilang

Laporan : Gian Franco Zola
Kamis, 10 Nov 2016 10:34
Gian Franco Zola
Prosesi memanjat pokok sialang di kawasan Petalangan, Pelalawan dan tampak lebah bergelayut bersarang
PELALAWAN - Madu lebah asli, sejatinya menjadi khasanah suku Petalangan di Pelalawan, yang dapat ditemui di hutan-hutan yang masih asri. Namun amat disayangkan tatkala banyak perusahaan berinvestasi di kawasan Petalangan, membuat habitat lebah terusik, bahkan kini menghilang entah kemana.

Dulunya aktivitas memanjat pokok sialang atau lazim disebut menumbai adalah prosesi memanen madu lebah asli yang merupakan salah satu kearifan lokal atau mata pencaharian masyarakat tempatan.

"Sebelum perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun HPHTI masuk kesini, madu lebah sialang amat gampang dijumpai. Sehingga kegiatan memanen madu sialang ini salah satu tradisi yang kini sulit ditemui lagi di kawasan Petalangan ini," tutur Tokoh Adat Suku Petalangan yang bergelar Batin Bunut, Arifin, Kamis (10/11/2016).

Konon, sebelum perusahaan membuka lahan perkebunan yang otomatis membabat habitat dan ekosistem lebah sialang berupa pokok kayu sialang nan menjulang tinggi ini, saban musim jagan atau juragan pemanjat sialang ini berhasil mengumpulkan madu asli ratusan ton hingga ribuan hanya satu pokok sialang tempat lebah bersarang. Namun, sekarang ini jangan kan ratusan ton, belasan kilo gram saja, jagan amat susah mengumpulkan madu sialang ini.

"Selain pokok madu sialang ini telah dirusak oleh perusahaan hingga lebah-lebah enggan bersarang di pokok kayu lainnya, madu lebah sekarang ini pun secara kualitas amat jauh berbeda dengan madu sialang dulunya," jelas Batin Bunut.

Musa, sang jagan yang menggantungkan hidup dari hasil panen madu lebah sialang ini, terpaksa banting stir jika ingin dapur tetap mengepul. Ia amat merasakan dampak kehilangan pundi-pundi rupiah dari hasil panen madu lebah sialang ini.

"Dulunya, sebelum perusahaan masuk disini, pekerjaan tetap saya adalah memanjat pokok sialang dan mengumpulkan madu lebah asli dari sarang-sarang lebah yang banyak dijumpai. Sudah tak terhitung lagi, berapa pokok sialang yang telah digapah dan dipanjat hingga ribuan sarang lebah yang diambil. Sarang lebah yang mengandung madu asli itu lah yang memberikan nafkah bagi keluarga saya," ujarnya.

Kini, Musa dan jagan lebah lainnya mesti bergelut dengan aktivitas lainnya. Karena, memanjat sialang sudah tak bisa diandalkan memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski, kadang-kadang tatkala ia merindukan aroma madu yang khas, rindu akan gemuruh suara lebah hingga sengatannya, ia dan kawan-kawan tetap berburu memanjat pokok sialang, walau hasilnya tak lagi memuaskan. (gfz) 

Nantikan Episode Berikutnya, Ritual Memanjat Sialang
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.