Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gasak HP, Dua Remaja Nekat Bacok Korban di Grand Depok City

Peristiwa

Gasak HP, Dua Remaja Nekat Bacok Korban di Grand Depok City

Kamis, 15 Nov 2018 16:00
Merdeka.com

DEPOK - Dua orang remaja diamankan Polresta Depok karena melakukan pembegalan di kawasan Grand Depok City (GDC), Sukmajaya Depok. Kedua pelaku adalah DW (17) dan RR (18) yang diamankan (15/11) pagi di rumahnya di Pitara, Pancoran Mas, Depok.

Kejadian bermula ketika Aldi Pratama (17) dan Fahri (17) sedang nongkrong di depan kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok, GDC pada Sabtu (10/11) malam. Tiba-tiba mereka didatangi oleh dua orang pelaku yaitu DW (17) dan RR (18).

Pelaku mulanya berpura-pura menanyakan alamat pada korban. Namun pelaku langsung meminta ponsel milik korban. Pelaku yang sedang di bawah pengaruh minuman beralkohol pun langsung membacok korban.

"Pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam berupa celurit. Korban tidak memberikan HP nya. Karena korban melawan, akhirnya pelaku membacok korban," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Kamis (15/11).

Korban pun tersungkur ke tanah akibat luka tusuk. Korban yang terluka ada dua orang dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan menggondol ponsel milik korban.

"Pelaku dua orang. Yang satu sebagai eksekutor merampas dan menusuk. Satu orang lagi sebagai joki di motor memboncengi pelaku lainnya," tukasnya.

Kedua korban sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif. Korban mengalami luka cukup parah di bagian pinggang.

"Aksinya ini terhitung sadis karena melukai dengan celurit sampai luka dalam," paparnya.

Pelaku saat ini diperiksa intensif di Polresta Depok. Keduanya diancam pasal 365 jo 368 KUHP tentang Pencurian Pemberatan (curat). "Ancaman hukuman 9-12 tahun," katanya.

DW salah satu pelaku mengaku baru sekali melakukan pembegalan. Dia mengaku sudah merencanakan pembegalan tersebut dengan sengaja membawa senjata tajam. Celurit tersebut dibeli secara online dengan sistem cash on delivery (COD).

"Pesen di sosmed. Harganya Rp 150 ribu. Buat jaga-jaga kalau tawuran," katanya.

Sebelum bertindak katanya, DW mengonsumsi minuman beralkohol terlebih dulu. Sehingga dia merasa lebih berani ketika beraksi.

"Minum dulu sebelumnya. Ini baru sekali kok. Celuritnya memang buat tawuran," akunya.


(merdeka.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.