Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Geram, Keluarga Korban Tinju Muka Pembunuh Sopir GrabCar

Peristiwa

Geram, Keluarga Korban Tinju Muka Pembunuh Sopir GrabCar

Jumat, 23 Nov 2018 13:59
Detik.com
Palembang - Keluarga korban sopir taksi online GrabCar di Palembang yang tewas dibunuh mengamuk di hadapan Kapolda Sumatera Selatan. Mereka minta pelaku dihukum mati.

Mengamuknya keluarga korban bermula saat Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Zulkarnain merilis kasus kejahatan sejak bulan November. Salah satu kasus yang dirilis di halaman Mapolda Sumsel, yakni pembunuhan sopir GrabCar, Sofyan (43).

Istri korban, Fitri dan orang tua korban terlihat hadir menyaksikan proses rilis. Di sela rilis, Kapolda menemui 2 pelaku pembunuhan sopir GrabCar, Frans dan Acun.

Di hadapan Kapolda, Frans yang berusia masih 16 tahun tapi sudah memiliki istri dan seorang anak ini tiba-tiba menangis. Dia mengaku menyesal atas perbuatannya.

Tak hanya itu, Frans pun mengaku ingin bertemu dengan keluarga korban. Frans ingin meminta maaf dan bersujud tepat di kaki istri dan orang tua korban.

"Saya menyesal Pak, saya mau meminta maaf sama keluarga korban. Saya minta dimaafkan dan siap menjalani hukuman," kata Frans kepada Kapolda.

Kapolda yang sempat menolak akhirnya memberikan izin, tapi dikawal ketat oleh anggota Jatanras Polda Sumsel. Tepat di hadapan istri korban, Frans pun minta maaf.

Keluarga korban yang emosi langsung datang mendekati kedua pelaku yang saat itu diborgol. Istri korban, tiba-tiba langsung melayangkan tangan kirinya dan memukul Acun dan Frans.

"Kau sadar tidak suami aku sudah mati, punya empat anak dan sekarang sudah tidak punya bapak? Enak kali kau cuma mau minta maaf, pembunuh," teriak istri korban saat memukul keduanya.

Permintaan maaf Frans dan Acun pun ditolak keluarga. Keluarga minta pada Kapolda Sumsel untuk menghukum si pelaku seberat-beratnya. Bahkan bila perlu hukuman mati.

"Tolong Pak, hukum seberat-beratnya. Hukum mati saja orang seperti ini Pak. Kasihan anak saya Pak. Mereka ini tak punya hati, biadab," sambung Fitri dan kini wajahnya mulai memerah dengan mata berkaca-kaca.

Melihat suasana semakin panas, kedua pelaku dan keluarga korban itu akhirnya dipisahkan. Sementara Frans menangis saat ditanya mengapa nekat membunuh korban.

"Saya diajak Akbar, saya awalnya hanya ingin main ke kota. Saya belum pernah ke Palembang, ingin melihat Jembatan Ampera, bukan merampok," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain menyebut saat ini ada tiga dari empat pelaku yang telah ditangkap. Ketiganya yakni, Ridwan (42), Frans (16) dan Acun (22). Ketiga pelaku merupakan warga Musi Rawas Utara.

"Pelaku ada empat dan sudah tiga yang ditangkap. Satu ditangkap dari tempat persembunyian dan dua menyerahkan diri. Untuk pelaku lain berinisial AK saat ini masih dikejar," kata Kapolda.

Sejauh ini, Kapolda memastikan Sofyan tewas dibunuh para pelaku. Motifnya tak lain adalah untuk menguasai berang-barang korban.

"Motifnya mau menguasai barang milik korban, seperti Hp dan Mobil dan untuk dijual. Mobilnya sudah kita diamankan," tutup Kapolda.

Sebagaimana diketahui, salah satu sopir GrabCar, Sofyan, dikabarkan hilang saat menarik penumpang pada Senin (29/10). Keluarga yang kehilangan pun langsung melapor ke SPKT Polda Sumsel.

Mendapat laporan keluarga korban, tim Subdit III Jatanras langsung mengejar dan menangkap salah satu pelaku, RD (42). Namun, kepada penyidik, RD mengaku tidak ingat di mana mayat korban dibuang setelah tewas dicekik.

Tak banyak berpikir, polisi langsung mencari mayat korban dan menelusuri rute saat para pelaku membawa kabur mobil. Di Jalan Tanah Muara Langkitan inilah tim menemukan tulang belulang korban.


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.