Rabu, 05 Agu 2026
Peristiwa,
Hari Ketiga Pencarian, Satu Korban Pompong Tenggelam Ditemukan Meninggal
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 05 Agu 2026 15:06
SELATPANJANG â€" Operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki hari ketiga, Rabu (5/8/2026). Tim SAR Gabungan kembali memperluas area penyisiran menjadi 7 nautical mile persegi (NM²), setelah sebelumnya pada hari pertama pencarian dilakukan dalam radius 4 NM dan hari kedua diperluas menjadi 5 NM.
Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi pergerakan arus, arah angin, serta kemungkinan korban hanyut dari lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan menyisir sejumlah titik yang telah ditetapkan dalam rencana operasi (Renops) guna memaksimalkan peluang menemukan korban yang masih hilang.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan pada hari ketiga operasi seluruh unsur kembali bergerak sejak pagi untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
"Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing sejak pukul 07.00 WIB dan melakukan penyisiran sesuai Renops H3 dengan luas area pencarian 7 NM². Pencarian terus dimaksimalkan dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, dan keselamatan seluruh personel di lapangan," ujar Prima Harrie Saputra, Rabu (5/8/2026).
Musibah tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang mengangkut empat pekerja penebang sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melintasi Perairan Desa Bengkikit, kapal karam sehingga dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya dilaporkan hilang.
Korban yang selamat yakni Ivan (30) dan Bobi (30), keduanya warga Desa Kampung Balak. Sementara dua korban yang sempat dinyatakan hilang adalah Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, dan Amir (50), warga Desa Teluk Belitung.
Di tengah upaya pencarian, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 12.25 WIB bahwa satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°48'46"N 102°27'25"E.
"Korban yang ditemukan adalah Am (50), warga Desa Teluk Belitung. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Prima.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi SAR belum dihentikan. Hingga pukul 18.00 WIB, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan penyisiran untuk mencari satu korban lainnya, Iqbal (25). Namun, hingga pencarian hari ketiga berakhir, hasilnya masih nihil.
"Setelah dilakukan penyisiran hingga sore hari, satu korban lainnya belum ditemukan. Operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (6/8/2026) pukul 07.00 WIB," jelasnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, Ditpolairud Polda Riau, Polsek Tebing Tinggi Barat, Koramil Tebing Tinggi, KSOP Pakning, TNI AL, serta masyarakat setempat yang turut membantu melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Selain menyisir permukaan perairan, seluruh unsur juga terus berkoordinasi untuk menentukan pola pencarian berdasarkan perkembangan arus laut dan kondisi cuaca, dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan.(GORIAU)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/hari-ketiga-pencarian-satu-korban-pompong-tenggelam-ditemukan-meninggal.html
komentar Pembaca