Minggu, 19 Apr 2026
Peristiwa,
Heboh Tudingan Miring Soal Penangkapan Pelaku Pembunuhan, Kapolres Kampar: Tak Ada Penyidik Dukun
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 04 Jul 2025 17:55
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kampar, AKBP Mihardi Mirwan menanggapi tudingan terhadap penangkapan terduga pelaku pembunuhan seorang wanita.
Tudingan miring itu datang dari diduga istri Kepala Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang melalui akun Ira Rias Pengantin.
Pemilik akun menuding dasar penangkapan pelaku hanya dari petunjuk dukun.
Jasad korban, Lisma Dona Riasta (43) ditemukan di dapur rumahnya di Dusun III Kampung Lintang Desa Tambang Kecamatan Tambang pada Minggu (23/2/2025) pagi.
Bagian kepala jasad bersimbah darah.
Muncul dugaan korban dihabisi dalam aksi perampokan.
Ini didasari pengakuan putri korban yang menyatakan uang tunai Rp40 juta dan cicin milik korban lesap setelah kejadian.
Polisi berhasil menangkap dua pelaku pada Minggu (29/6/2025).
Pemilik akun penuding mengaku keluarga dari salah satu terduga pelaku.
"Kami tidak ada penyidik dukun," tegas Kapolres Mihardi kepada Tribunpekanbaru.com saat diminta tanggapannya, Jumat (4/7/2025) sore.
Ia mempersilakan tudingan itu dibuktikan melalui jalur hukum.
"Ada jalur praperadilan. Silakan," katanya.
Ia mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan ini dirilis Kepolisian Daerah Riau.
Sementara itu, Kepala Desa Balam Jaya, Zamrinur belum merespon ketika dihubungi.
Pesan melalui WhatsApp juga belum dibalas hingga berita ini diturunkan, Jumat sore.
Pemilik akun mengunggah tulisan di berandanya.
"Hanya pengakuan seorang dukun yang menyebut pelakunya tidak jauh dari rumah," tulis pemilik akun seperti dilihat dalam foto layar telepon yang beredar.
Pemilik akun menyebut tidak ada saksi, barang bukti, dan jejak pelaku sedikitpun.
Terduga pelaku disiksa dan disetrum agar mengaku.
Menurut pemilik akun, istri terduga mengaku tidur bersama suaminya itu pada malam kejadian.
Tidak pergi kemana-mana.
Lalu keesokan pagi harinya, terduga pergi bekerja dengan menantunya.
Terduga hidup susah.
"Uang beli minyak motor untuk pergi berjualan minta ke kami. Kalau dia pelaku, sudah banyaklah uangnya," ujar pemilik akun.
Ia meminta pihak berwenang lebih teliti.
Pernyataan ini dikemukakannya karena terduga merupakan suami keponakannya.
Belakangan unggahan di beranda itu dihapus dengan membuat tulisan baru.
Pemilik akun meminta maaf unggahan itu dihapus karena tidak ingin menimbulkan pro dan kontra.
"Cuma kami disini sebagai keluarga kasihan melihat istrinya sebagai ponakan kami, yang nangis-nangis ke kami bilang bahwa suaminya pada malam itu tidak kemana-mana dan tidur bersama dia malam itu. Dan sumber semua berita kami dapatkan dari sang istri," tulis pemilik akun.
Unggahan itu langsung direspon pemilik akun Heldafadariba melalui kolom komentar.
Akun tersebut terkonfirmasi milik putri korban bernama Helda.
"Istrinya ponakan anda ini, mama saya yang dibunuh mama saya. Polisi nggak sebodoh itu," skak Helda melalui dua komentar seperti dilihat Selasa (1/7/2025).
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca