Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Hibah Alat Berat dari Pemprov Riau Nyaris Jadi Besi Tua di Bengkalis

Hibah Alat Berat dari Pemprov Riau Nyaris Jadi Besi Tua di Bengkalis

Laporan : Supriyanto
Kamis, 20 Agu 2015 12:57
Supriyanto
Alat Berat hibah pemprov Riau terparkir di depan kantor Kadisbunhut Bengkalis.

BENGKALIS-Alat berat berupa eskavator yang merupakan hibah dari Pemprov Riau kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Disbunhut) Kabupaten Bengkalis nyaris tidak terpakai sama sekali.

Benda yang harganya ditaksir milyaran rupiah itu, terkapar di halaman belakang kantor Disbunhut Bengkalis jalan Pertanian.
 
Pantauan langsung, eskavator yang dibeli Pemprov Riau tahun anggaran 2013 itu, dihibahkan kepda Disbunhut Bengkalis untuk keperluan operasonal. Namun kenyataannya, eskavator itu nyaris tidak berfungsi
sama sekali, karena Disbunhut sendiri bukan SKPD yang memiliki proyek pembukaan hutan atau perkebunan.
 
Eskavator merek JCB yang diduga merupakan buatan India tersebut, beebrapa bahagian seperti roda, body-nya sudah mulai berkarat karena kurang terawat dan jarang terpakai. Bahkan eskavator itu terkapar tak
ubahnya seperti besi tua yang sudah tidak layak jalan lagi, padahal baru berumur dua tahun.
       
Kadisbunhut Bengkalis Herman Mahmud ketika dikonfirmasi, Rabu (19/08/2015) membenarkan kalau eskavator itu merupakan hibah Pemprov Riau tahun 2013 lalu untuk Disbunhut Bengkalis. Alat berat itu, memang
jarang dipakai langsung oleh SKPD yang dipimpinnya, melainkan boleh dipergunakan masyarakat dengan system pinjam pakai.
       
"Kami memang jarang menggunakan eskavator tersebut. Kecuali masyarakat, boleh memakai eskavator itu untuk membuka lahan atau kebun, dimana seluruh pembiayaan ditanggung oleh si pemakai tersebut,"papar Herman Mahmud.
       
Ditambah Kadisbunhut, siapapun masyarakat yang memerlukan untuk membuka kebun atau lahan boleh meminjam ke Disbunhut, tentu secara resmi melalui surat. Karena peruntukan eskavator yang merupakan hibah tersebut, kalau dipergunakan sepenuhnya oleh Disbunhut jelas tidak mungkin.
       
"Kalau kami yang mempergunakannya untuk menggali apa, karena untuk membuka areal perkebunan atau hutan itu dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan,"tambah Herman.(Sup)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.