Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ini Penyebab 3 Pramusaji di Bali Disekap Operator Kafe hingga Lemas

Ini Penyebab 3 Pramusaji di Bali Disekap Operator Kafe hingga Lemas

Admin
Jumat, 24 Des 2021 14:02
merdeka.com

 Kepolisian Polres Buleleng, Bali, akhirnya mengetahui penyebab tiga perempuan pramusaji yang disekap di Kafe Thedari, yang berlokasi di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (23/12) kemarin.

Ketiga pramusaji itu, berinisial PDA (26) DF (20) dan YUP (22) dan mereka disekap oleh
operator di kafe atau rekan kerjanya sendiri berinisial MS (24) karena pihaknya merasa jengkel, mereka melewati jam batas kerja.

"Operator (berinisial) MS, melakukan perbuatan mengunci ketiga pramusaji
tersebut, karena merasa jengkel dengan ketiga pramusaji yang sudah melewati batas jam kerja di tempat kerja Kafe Thedari. Perbuatan tersebut, dilakukan dengan maksud untuk memberikan efek jera karena melewati batas waktu buka kafe," kata Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Jumat (24/12).

Peristiwa itu berawal, saat itu tiga pramusaji pada Kamis (23/12) sejak pukul 01.00 Wita melayani tamu pengunjung kafe sampai pukul 02.00 Wita. Setelah tamu pergi hingga kafe tutup ketiga pramusaji tetap minum-minuman berakohol di dalam kafe.

Melihat ketiga pramusaji tersebut, masih minum-minuman kemudian operator Kafe Thedari datang dan langsung memanggil ketiga pramusaji untuk masuk ke dalam ruang tunggu aquarium dalam keadaan lampu mati, AC dan kipas angin juga mati serta tidak ada fentilasi udara. Selanjutnya, ruangan tersebut dikunci dari luar dan operator kafe meninggalkan ketiga pramusaji itu.

"Karena, keadaan ruangan yang tidak ada ventilasi salah satu pramusaji sempat sesak napas, sehingga membuat panik kedua pramusaji yang ada di ruangan tersebut," imbuhnya.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ketiga pramusaji dan operator yang mengunci ketiga perempuan itu, permintaan dari para pramusaji agar permasalahan tersebut tidak di lanjutkan untuk diproses hukum karena telah di selesaikan secara kekeluargaan.

"Terhadap operator mengingat operator dan korban adalah merupakan rekan kerja di Kafe Thedari. Pengaduan ini, telah diselesaikan secara kekeluargaan yang dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang dibuat dan ditanda tanganinya," ujar Sumarjaya.

Seperti yang diberitakan, pihak kepolisian Polres Buleleng, Bali, melakukan evakuasi kepada tiga perempuan yang mengaku disekap di sebuah kafe yang berada di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (23/12).

"Masih penyelidikan, masih dicari kenapa disekap dan kenapa cewek itu tidak bisa keluar dan kenapa itu muntah dan sakit-sakit itu," kata Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dihubungi, Kamis (23/12).

Ketiga perempuan itu merupakan pramusaji atau pelayan kafe di tempat itu dan saat dievakuasi mereka ditemukan dalam kondisi lemas usai terkunci di dalam kafe. Sementara, untuk dua orang sudah dibawa ke Polres Buleleng untuk dimintai keterangan dan satu orang karena kondisinya cukup lemah dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat Singaraja, Buleleng, untuk diperiksa dan dilakukan visum.

"Satu orang masih di rumah sakit. Yang dua sehat dan masih dimintai keterangan," imbuhnya.

Ia menerangkan, peristiwa itu bermula tiga orang perempuan itu diketahui saat petugas piket di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Buleleng, mendapatkan sebuah pesan dari layanan hotline pada Kamis (23/12) pagi sekitar pukul 05.00 Wita.

Kemudian, pesan itu berisi permintaan pertolongan dari seseorang yang mengaku disekap. Dalam pesan tersebut, pengirim mengaku telah disekap bersama dua orang temannya. Selanjutnya, dengan adanya pesan tersebut polisi langsung ke TKP dan saat tiba di lokasi pintu kafe dalam keadaan terkunci.

"Itu jam lima subuh, salah satu dari tiga orang ini menghubungi nomer whatsApp Polres Buleleng dan bahwa dirinya tidak bisa keluar terkunci atau dikunci dari luar mungkin. Dia telpon minta bantuan polisi, karena salah satu temannya muntah-muntah dan sakit," ujarnya.

"Jam enam pagi, petugas langsung ke lokasi karena si pelapor mengirimkan senlok ke lokasi. Jadi, dengan mudah didapat keberadaan tiga orang ini, kaena terkunci kemudian didobrak oleh salah satu personil dan ditemukan ceweknya ini sudah lemas akhirnya dibopong dibawah ke rumah sakit," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa terhadap peristiwa itu saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan kepada perempuan tersebut.

"Masih didalami dulu, apakah ada unsur kesengajaan atau tiga orang ini mabuk atau bagiamana di dalam cafe," ujarnya. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.