Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ironis, Pupuk Diduga Cemari Sumur Warga Belum Dikaji ke Air Tanah

Peristiwa

Ironis, Pupuk Diduga Cemari Sumur Warga Belum Dikaji ke Air Tanah

Selasa, 13 Nov 2018 15:47
Detik.com
Mojokerto - Meski banyak digunakan ke lahan tebu, pupuk cair jenis Pupuk Hayati Enero (PHE) ternyata belum dikaji dampaknya terhadap air tanah. Produsen pupuk ini, PT Enero mengaku baru kali ini mendapat komplain dari warga.

Hal itu diakui Supervisor Proses Produksi PHE PT Enero Andria Muchlisin Wicaksono. Menurut dia, komplain dari warga Dusun Ngepung, Desa Beratwetan, Gedeg, yang air sumurnya diduga tercemar PHE, merupakan kasus yang tak terduga.

Sejak diproduksi tahun 2014 sampai saat ini, pihaknya ternyata belum pernah mengkaji dampak penggunaan PHE terhadap lingkungan, khususnya air tanah. Pada musim penghujan, tentunya pupuk cair itu akan mudah meresap ke dalam tanah.

"Kalau meresap ke air tanah, kami belum mengujinya. Karena pupuk ini kan untuk ke lahan, bukan untuk ke air," kata Andria kepada wartawan saat mengecek kondisi air sumur di halaman depan rumah Firman Efendy.

Dia menjelaskan, pupuk PHE dibuat dengan bahan baku Vinasse, yakni limbah dari proses pembuatan bioetanol. Pupuk cair ini diklaim mampu menggemburkan tanah lantaran mengandung mikrobiologi.

Pupuk yang beraroma seperti tetes tebu ini juga disebut telah mengantongi izin edar dari Kementerian Pertanian. "Kontaminan pupuk kami nol, baik bakteri ecoli maupun salmonella," ungkapnya.

Namun, saat disinggung terkait dampaknya terhadap air yang tercemar PHE, Andria mengaku belum mengetahuinya. Pasalnya, warga tak berani mengkonsumi air sumur milik Firman yang diduga telah tercemar pupuk tersebut.

"Kami belum tahu. Karena selama ini kami hanya menguji pupuk kami, nol bakteri," terangnya.

Air sumur di halaman depan rumah Firman tercemar hingga berubah warna menjadi kecokelatan mirip teh. Bau air mirip dengan tetes tebu. Kondisi ini terjadi sejak sepekan yang lalu.

Akibatnya, air sumur tersebut tak bisa digunakan untuk minum, masak, dan mandi. Diduga air sumur ini tercemar pupuk cair yang diguyurkan ke lahan tebu di sekitar rumah Firman. Jarak sumur dengan kebun tebu sekitar 20 meter.

Menurut warga, dalam sepekan terakhir kebun tebu di depan rumah Firman diguyur dengan ribuan liter pupuk jenis PHE. Pupuk cair ini diproduksi oleh pabrik bioetanol PT Enero di Gedeg, Mojokerto.

Setiap harinya, PT Enero disebut menghasilkan 1 juta liter pupuk PHE. Pupuk cair ini didistribusikan secara gratis ke para petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, PTPN X di Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Setiap hektare tanaman tebu membutuhkan 30 ribu liter PHE.


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.