Kalapas Pasir Pangaraian Bantah Ada Kasus Penganiayaan
Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 20 Agu 2015 14:16
ROKAN HULU-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Pasir Pangaraian, kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Misbahuddin Sahaz, membantah atas informasi tentang kasus penganiayaan yang terjadi ditempat kerjanya.
Bahkan dirinya merasa heran adanya infomasi kasus penganiyaan yang dilakukan oknum honorer Klas II Pasir Pengaraian Rohul atas nama Benni Martyus (28) di lingkungan kerjanya.
Kini kondisi di tempat tugasnya dalam situasi aman dan kondusif, bahkan Benni Martyus bukan petugas lapas tapi warga binaan dalam kasus narkoba.
Informasi ini disampaikan Kalapas Klas II B Pasirpengaraian Kabupaten Rokan Hulu Misbahuddin, saat spiritriau.com mengkonfirmasinya Rabu (19/8/2015), sore.
" Benni Martyus itu tahanan titipan Polres Rohul kasus narkoba," jelasnya.
"Anggota kita mendapat laporan dari warga binaan kalau Benni sering membuat keributan dan berkelahi dengan kawannya, ketika dipanggil, ternyata wajah kawanya itu lebam, terus kita tanyakan kepada Benni, namun dia tak mau mengaku," ungkap Misbahuddin lagi.
Lanjutnya, memang sesuai aturan di Lapas Benni sempat diintrogasi supaya mengakui perbuatannya, namun dia tidak mengaku, kemudian dia dibawa pihak Polres Rohul untuk mendalami kasusnya, namun tiba-tiba muncul berita penganiayaan itu.
"Kita sudah menghubungi keluarga Benni apakah ada keberatan dengan persoalan terjadi perkelahian sesama warga binaan, namun semuanya sudah damai dan berjanji tidak akan mempermasalahkannya, saya pun heran kok bisa ada informasi seperti ini," terang Misbahuddin lagi.
Diterangkannya, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, terkait persoalan ini, semuanya sudah dalam kondisi aman dan tidak ada permasalahan lagi.
"Kita pun akan tindak jika ada anggota yang main kekerasan terhadap warga binaan," tegasnya.
Sesuai Informasi yang beredar kalau Benni Martyus yang berdinas di Lapas Klas II Pasir Pengaraian, diduga mengalami penganiayaan sesama pegawai Lapas, korban mengalami lebam dan patah tangan akibat dipukuli dengan tongkat. Dalam laporannya, Rabu pagi, korban sebagai honorer ini mengaku dihempaskan ke terali dan dipukul dengan tongkat, persis kearah kepala dan tangan pelaku bernama Kartago yang juga merupakan pegawai Lapas.
Awal kejadian itu, saat Kartago memanggil korban untuk mengambil handphone miliknya. Ia pun menyuruh Benni mengeluarkan tangan dari terali dan kemudian pelaku menarik tangan korban, lalu menghempaskan ke terali besi tersebut. Setelahnya, Benni disuruh menghadap ke ruang Kepala Pengamanan Lapas (KPLP).
Sesampainya di ruang KPLP, Benni kembali mengalami penganiayaan, dimana dia kembali dipukul pelaku dari belakang dengan menggunakan tongkat T. Sewaktu korban duduk, pelaku kembali memukulkan tongkat itu kearah kepala sebanyak tiga kali. Sempat Benni berusaha menangkis pukulan itu dengan tangan, sehingga mengakibatkan tangannya patah.
Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi pada Rabu 12 Agustus 2015 lalu dan baru dilaporkan kemarin. Keterangan korban dan saksi untuk mengetahui motif penganiayaan tersebut dilaporkan ke polisi. (Fah)
Peristiwa
Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan
Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu
JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Progra