Minggu, 21 Jun 2026
Kejagung Periksa 6 Saksi Baru Dalam Perkara Impor Besi Baja
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 16 Agu 2022 23:05
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, DR Ketut Sumedana Selasa 16 Agustus 2022 melalui siaran persnya mengatakan bahwa saksi-saksi yang diperiksa yakni, CSW selaku Kepala Sub Direktorat Pengelola Data pada Lembaga National Single Window (LNSW), diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama 6 Tersangka Korporasi.
lalu HP selaku Manager Corporate Legal & Compliance, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama Tersangka Korporasi PT IB.
Kemudian W selaku Direktur PT Anugerah Jaya Gemilang, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama Tersangka Korporasi PT BES.
Berikutnyaa AH selaku Direktur PT PMU, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama Tersangka Korporasi PT PMU.
selanjutnya V selaku Direktur PT Avira Jaya Murni, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama Tersangka Korporasi PT BES.
dan saksi terakhir adalah DAA selaku Kepala Bank Central Asia Cabang Pembantu Sunter Bisma, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama Tersangka Korporasi PT DSS.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 s/d 2021," kata Kapuspenkum. ***
komentar Pembaca