Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepolisian Diminta Usut Pungli di SDN 005 Rambah Rohul

Kepolisian Diminta Usut Pungli di SDN 005 Rambah Rohul

Laporan : Fahrin Waruwu
Sabtu, 07 Nov 2015 14:53
ilustrasi

ROKAN HULU - Banyaknya pungutan liar (Pungli) di SDN 005 Rambah Rohul membuat wali murid resah, sehingga mereka meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus tersebut.

"Kami gak tahan lagi dengan pungutan yang begitu banyak di sekolah kami, pak Bupati Rohul Achmad selalu kami dengar, bilang kalau sekolah SD itu gratis, faktanya kami selalu diperas pihak sekolah dan komite, kalau tidak diiyakan nanti anak kita yang jadi sasaran, kita ingin anak kita sekolah," keluh salah satu wali murid yang minta namanya dirahasiakan karena takut anaknya diintervensi. Sabtu 6/11 kepada wartawan.

Diungkapkannya, pungutan itu berupa pembangunan untuk pagar dan semenisasi, parahnya kutipan itu dilakukan hingga dua kali, sebelumnya dipungut sebesar Rp 80 ribu, kini dipungut lagi sebesar Rp 125 ribu lagi, yang sejatinya, pembangunan pagar itu adalah tanggung jawab pemerintah, bukan orang tua siswa.

Kepala SDN 005 Rambah, Rini Sugiya, S.Sos, di ruang kerjanya di dampingi guru-guru yang lainnya ketika dikonfirmasi terkait dana Rp 80 ribu dan 125 ribu itu, ia membenarkan.

" Memang ada dipungut persiswa untuk membangun pagar dan semenisasi jalan, itu sudah sesuai dengan hasil rapat komite dengan para orang tua dan ada tanda tangannya. Pagarnya sudah siap, karena ada masyarakat yang membangunan. Tapi para wali murid kemarin bersedia mencicilnya," terangnya.

Aktifis Pendidikan Rohul, Rian, kecewa dengan pendidikan di Rohul, banyak sekali pungutan berkedok kerja sama antara komite sekolah dan kepala sekolah dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangat terpuruk masyarakat sangat diresahkan.

"Kami minta aparat kepolisian supaya turun kesekolah-sekolah untuk memeriksa para kepala sekolah dan komite sekolah yang melakukan Pungli ini, sebab sudah sangat terlalu meresahkan warga, padahal Bupati Rohul Achmad ratusan kali disampaikannya khalayak ramai kalau pendidikan 12 tahun di Rohul itu gratis, faktanya pendidikan tingkat sekolah dasar saja, harus membayar ratusan ribu rupiah," pintanya. (Fah)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.