Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Keracunan Makanan MBG Kembali Terjadi, Puluhan Siswa Jadi Korban

Peristiwa,

Keracunan Makanan MBG Kembali Terjadi, Puluhan Siswa Jadi Korban

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 02 Sep 2025 16:40
Berita satu.com
Puluhan siswa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini mengungkap kelemahan kritis dalam pengelolaan dapur MBG yang kini mendesak untuk dievaluasi dan diperketat pengawasannya.

Para siswa mengalami gejala keracunan massal berupa mual, muntah, dan pusing sehingga menciptakan kepanikan di lingkungan sekolah.

Ketua DPW Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bukti kelalaian serius pada sistem pengelolaan dapur MBG.

“Dapur MBG harus segera dievaluasi secara total! Jangan biarkan kegagapan ini terulang,” tegas Isram, Selasa (2/9/2025).

Ia mendesak pemerintah melibatkan ahli gizi, tenaga medis, dan kepolisian untuk mengaudit prosedur penyajian makanan mulai dari higiene hingga rantai distribusi. “Keselamatan siswa adalah harga mati. Jangan sampai program berniat baik ini jadi sumber malapetaka,” tambahnya.

Evaluasi dan pengetatan pengawasan jadi fokus utama
Peknas menyoroti tiga aspek krusial yang harus diperbaiki:

Standar keamanan pangan: penerapan SOP higienis yang ketat di setiap dapur MBG.

Sistem pengawasan: pemerintah daerah wajib membentuk tim pemantau independen.

Akuntabilitas pelaksana: sanksi tegas bagi penyedia jasa yang lalai.

“Pengawasan saat ini masih lemah. Tanpa evaluasi menyeluruh dan pengetatan aturan, kasus serupa bakal mengancam siswa di daerah lain,” tekannya.

Orang tua siswa, Sumiati (45), mengaku trauma lantaran anaknya menjadi lemas dan tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Bagaimana kami percaya lagi pada program ini jika pengelolaannya sembrono?” keluhnya.

Padahal sejauh ini, pelaksanaan MBG sudah berjalan dengan baik di daerah ini. Peknas pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kesehatan segera mengambil alih penanganan untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Ini warning bagi seluruh dapur MBG di Indonesia. Perbaiki sistem atau hentikan program!” pungkas Isram.***(Berita Satu.com)
Para siswa mengalami gejala keracunan massal berupa mual, muntah, dan pusing sehingga menciptakan kepanikan di lingkungan sekolah.

Ketua DPW Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bukti kelalaian serius pada sistem pengelolaan dapur MBG.

“Dapur MBG harus segera dievaluasi secara total! Jangan biarkan kegagapan ini terulang,” tegas Isram, Selasa (2/9/2025).

Ia mendesak pemerintah melibatkan ahli gizi, tenaga medis, dan kepolisian untuk mengaudit prosedur penyajian makanan mulai dari higiene hingga rantai distribusi. “Keselamatan siswa adalah harga mati. Jangan sampai program berniat baik ini jadi sumber malapetaka,” tambahnya.

Evaluasi dan pengetatan pengawasan jadi fokus utama
Peknas menyoroti tiga aspek krusial yang harus diperbaiki:

Standar keamanan pangan: penerapan SOP higienis yang ketat di setiap dapur MBG.

Sistem pengawasan: pemerintah daerah wajib membentuk tim pemantau independen.

Akuntabilitas pelaksana: sanksi tegas bagi penyedia jasa yang lalai.

“Pengawasan saat ini masih lemah. Tanpa evaluasi menyeluruh dan pengetatan aturan, kasus serupa bakal mengancam siswa di daerah lain,” tekannya.

Orang tua siswa, Sumiati (45), mengaku trauma lantaran anaknya menjadi lemas dan tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Bagaimana kami percaya lagi pada program ini jika pengelolaannya sembrono?” keluhnya.

Padahal sejauh ini, pelaksanaan MBG sudah berjalan dengan baik di daerah ini. Peknas pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kesehatan segera mengambil alih penanganan untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Ini warning bagi seluruh dapur MBG di Indonesia. Perbaiki sistem atau hentikan program!” pungkas Isram.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 14:02

    Pee Wee Gaskins Resmi Gabung Wecord Evermore Indonesia, Fans Tak Sabar Album Baru!

    JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari skena musik Tanah Air. Band legendaris, Pee Wee Gaskins, resmi bergabung dengan Wecord Evermore Indonesia. Bergabungnya PWG menandai babak baru dalam pe

  • Minggu, 19 Apr 2026 14:00

    Madonna Tiba-Tiba Muncul di Panggung Sabrina Carpenter, Bikin Heboh Coachella 2026

    JAKARTA - Penampilan Sabrina Carpenter di Coachella 2026 semakin meriah karena adanya kejutan dari Madonna. Pasalnya, ratu pop dunia itu tiba-tiba muncul di panggung saat Sabrina Carpenter sedang

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:51

    Lisa BLACKPINK Tuai Reaksi Beragam usai Tampil di Coachella 2026, Kurang Persiapan?

    JAKARTA - Penampilan Lisa BLACKPINK di panggung Coachella 2026 kembali menjadi sorotan. Kali ini ia tampil mengusung konsep “Bad Angel” yang memicu perdebatan di kalangan netizen.Aksi panggun

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:49

    Mitos atau Fakta, Pasien Diabetes Tak Boleh Konsumsi Gula

    JAKARTA - Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024 mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:47

    Apakah Suntik Campak Bikin Demam?

    JAKARTA - Apakah suntik campak bikin demam? Kondisi demam setelah vaksin campak termasuk dalam salah satu efek samping.Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.