Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Keracunan Makanan MBG Kembali Terjadi, Puluhan Siswa Jadi Korban

Peristiwa,

Keracunan Makanan MBG Kembali Terjadi, Puluhan Siswa Jadi Korban

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 02 Sep 2025 16:40
Berita satu.com
Puluhan siswa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini mengungkap kelemahan kritis dalam pengelolaan dapur MBG yang kini mendesak untuk dievaluasi dan diperketat pengawasannya.

Para siswa mengalami gejala keracunan massal berupa mual, muntah, dan pusing sehingga menciptakan kepanikan di lingkungan sekolah.

Ketua DPW Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bukti kelalaian serius pada sistem pengelolaan dapur MBG.

“Dapur MBG harus segera dievaluasi secara total! Jangan biarkan kegagapan ini terulang,” tegas Isram, Selasa (2/9/2025).

Ia mendesak pemerintah melibatkan ahli gizi, tenaga medis, dan kepolisian untuk mengaudit prosedur penyajian makanan mulai dari higiene hingga rantai distribusi. “Keselamatan siswa adalah harga mati. Jangan sampai program berniat baik ini jadi sumber malapetaka,” tambahnya.

Evaluasi dan pengetatan pengawasan jadi fokus utama
Peknas menyoroti tiga aspek krusial yang harus diperbaiki:

Standar keamanan pangan: penerapan SOP higienis yang ketat di setiap dapur MBG.

Sistem pengawasan: pemerintah daerah wajib membentuk tim pemantau independen.

Akuntabilitas pelaksana: sanksi tegas bagi penyedia jasa yang lalai.

“Pengawasan saat ini masih lemah. Tanpa evaluasi menyeluruh dan pengetatan aturan, kasus serupa bakal mengancam siswa di daerah lain,” tekannya.

Orang tua siswa, Sumiati (45), mengaku trauma lantaran anaknya menjadi lemas dan tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Bagaimana kami percaya lagi pada program ini jika pengelolaannya sembrono?” keluhnya.

Padahal sejauh ini, pelaksanaan MBG sudah berjalan dengan baik di daerah ini. Peknas pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kesehatan segera mengambil alih penanganan untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Ini warning bagi seluruh dapur MBG di Indonesia. Perbaiki sistem atau hentikan program!” pungkas Isram.***(Berita Satu.com)
Para siswa mengalami gejala keracunan massal berupa mual, muntah, dan pusing sehingga menciptakan kepanikan di lingkungan sekolah.

Ketua DPW Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bukti kelalaian serius pada sistem pengelolaan dapur MBG.

“Dapur MBG harus segera dievaluasi secara total! Jangan biarkan kegagapan ini terulang,” tegas Isram, Selasa (2/9/2025).

Ia mendesak pemerintah melibatkan ahli gizi, tenaga medis, dan kepolisian untuk mengaudit prosedur penyajian makanan mulai dari higiene hingga rantai distribusi. “Keselamatan siswa adalah harga mati. Jangan sampai program berniat baik ini jadi sumber malapetaka,” tambahnya.

Evaluasi dan pengetatan pengawasan jadi fokus utama
Peknas menyoroti tiga aspek krusial yang harus diperbaiki:

Standar keamanan pangan: penerapan SOP higienis yang ketat di setiap dapur MBG.

Sistem pengawasan: pemerintah daerah wajib membentuk tim pemantau independen.

Akuntabilitas pelaksana: sanksi tegas bagi penyedia jasa yang lalai.

“Pengawasan saat ini masih lemah. Tanpa evaluasi menyeluruh dan pengetatan aturan, kasus serupa bakal mengancam siswa di daerah lain,” tekannya.

Orang tua siswa, Sumiati (45), mengaku trauma lantaran anaknya menjadi lemas dan tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Bagaimana kami percaya lagi pada program ini jika pengelolaannya sembrono?” keluhnya.

Padahal sejauh ini, pelaksanaan MBG sudah berjalan dengan baik di daerah ini. Peknas pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kesehatan segera mengambil alih penanganan untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Ini warning bagi seluruh dapur MBG di Indonesia. Perbaiki sistem atau hentikan program!” pungkas Isram.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 16:29

    Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal

    Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali

  • Senin, 22 Jun 2026 16:26

    Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO

    JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah

  • Senin, 22 Jun 2026 16:18

    Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal

    Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad

  • Senin, 22 Jun 2026 15:36

    Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

    Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb

  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU " Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.