Jumat, 24 Apr 2026
Peristiwa,
Ketika Panggilan Alam Berujung Petaka, Harimau Seret Jasad Hadito 100 Meter, Ditemukan Tanpa Pakaian
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 28 Jun 2025 16:31
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Malang tak dapat ditolak, terjadinya sekejap mata.
Ketika Hadito (23) seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) akasia di Pelalawan menunaikan 'panggilan alam' atau buang hajat, ia berhadapan dengan maut.
Hadito tewas diterkam harimau sumatera pada Selasa (24/6/2025) malam lalu.
Informasi yang diperoleh tribunpekanbaru.com, korban diterkam harimau sumatera saat hendak buang air besar di areal konsesi HTI milik perusahaan tepatnya di Distrik Merawang Desa Pulau Muda Teluk Meranti.
Warga Dungun Condong tersebut meregang nyawa dengan sejumlah luka cakar dan gigitan harimau sumatera.
Belum sempat mendapatkan perawatan medis, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Kejadiannya selasa malam di areal perusahaan. Korban buang air di belakang campnya, rupanya ada harimau dan diterkam langsung," ungkap seorang sumber tribunpekanbaru.com, Kamis (26/5/2025).
Kejadian berlangsung sekitar jam 19.30 WIB di sekitar camp atau tempat tinggal pekerja penanaman dan perawatan tanaman akasia perusahaan.
Korban Hadito dikabarkan berasal dari Sambas, Kalimantan Barat.
Jenazahnya dibawa ke Kota Pekanbaru setelah berhasil dievakuasi dari lokasi serangan harimau.
Kepala Desa Pulau Muda, Andika Sing saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com, membenarkan pekerja HTI yang tewas diserang harimau sumatera.
Korban Sempat Teriak Minta Tolong
Sementara itu Kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Bernandes Siahaan kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/6/2025) menceritakan kronologi kejadian
Awalnya, korban Hadito dan rekannya berada di dalam camp atau tempat tinggi pekerja HTI pada malam sebelum kejadian.
Kemudian pria asal Sambas itu kebelet ingin buang air besar.
Lantas ia pergi ke belakang camp untuk buang hajat.
Tak berapa lama, rekan kerja korban yang berada di dalam camp tiba-tiba mendengar suara teriakan dari Hadito.
"Sebelum kejadian, korban pergi buang air ke belakang camp. Di situlah terjadi serangan harimau," terangnya.
Penasaran dengan suara korban, teman kerjanya bernama Firman keluar dengan membawa senter untuk memeriksa korban yang bergerak sebelumnya.
Namun ia tidak melihat apapun di belakang camp.
"Saat saksi menyorot lampu senter ke arah petak PSP dan terlihat mata harimau sumatera," tambah Itu Thomas Bernandes.
Saksi firman mencari parang dan menghampiri ke arah lokasi korban.
Tapi ia hanya menemukan celana dan telepon genggam korban.
Sedangkan Hadito tidak ditemukan.
Ia kemudian berlari kembali ke camp untuk menghubungi koordinator camp bernama Darwis dan Buyung.
Setelah itu pekerja beramai-ramai mencari keberadaan korban ke arah Petak PSP terebut.
Diseret 100 Meter dan Ditemukan Luka-luka Mengenaskan di Tubuh
Akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Jenazah korban ditemukan sekitar 100 meter dan sudah meninggal dunia,* katanya.
Adapun luka yang dialami pria itu yakni bekas gigitan pada punggung dan sebagian sudah dimakan harimau.
Ada luka gigitan di leher, dan luka bekas cakaran di bahu.
"Saat ditemukan korban selama kondisi telungkup dan tak berpakaian alias telanjang," kata Kepala Desa Pulau Muda, Andika Sing.
Jenazah pekerja HTI itu dibawa terlebih dahulu di fasilitas kesehatan milik perusahaan HTI tersebut. Kemudian dibawa ke Kota Pekanbaru.
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca