Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ketua DPRD Ingatkan Bupati Bogor Tak Anggap Enteng Covid-19

Ketua DPRD Ingatkan Bupati Bogor Tak Anggap Enteng Covid-19

admin
Kamis, 19 Mar 2020 09:57
Ketua DPRD Kabupaten Bogor menyentil Bupati Bogor, Ade Yasin, menyikapi wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Sebab dia melihat, sampai ini wilayah Kabupaten Bogor belum melakukan manajemen pencegahan wabah virus Corona.

"Tidak dianggap enteng," tegas Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Kamis (19/3).

Rudy berharap Pemkab Bogor lebih serius dalam upaya pencegahan Covid-19. Seharusnya, kata dia, Pemkab Bogor harus sudah mulai melakukan pengecekan secara mendalam kepada pegawai, penyemprotan disinfektan, menyediakan masker hingga cairan pembersih tangan atau hand sanitizer termasuk di tempat umum.

"Bukan hanya cek suhu tubuh untuk memastikan ada tidaknya pegawai terjangkit Corona. Penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas umum, tempat ibadah dan perkantoran, juga harus segera dilakukan," katanya.

Dia juga menyarankan Ade Yasin punya langkah lebih nyata menyikapi sebaran Corona yang sangat membahayakan masyarakatnya. Misalnya, menutup sementara waktu akses objek wisata, tempat hiburan, hingga melakukan pengaturan orang di pusat perbelanjaan juga kebijakan operasional kereta api.

"Bukan semi-lockdown atau istilah lain yang tidak jelas," tegas Rudy.

Dia juga mengamati bagaimana rumah sakit di Kabupaten Bogor cenderung biasa-biasa saja dalam menerima pasien tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai sebagai bentuk antisipasi.

"Para medis-lah yang paling rentan tertular. Karena mereka yang bersentuhan secara intensif dengan pasien, baik dengan gejala Corona atau tidak," katanya.

Menurutnya, langkah-langkah pencegahan ini penting karena Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Jakarta. "Juga pemda harus terbuka terkait data dan wilayah yang sudah terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau yang positif jika ada. Karena masyarakat butuh keterbukaan dari pemerintah," tegasnya.

Sementara Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi, menegaskan setiap masyarakat harus mendapat pelayanan dan akses mudah dalam memeriksakan kesehatan, untuk memastikan bebas dari Corona.

Dia berharap, Pemkab Bogor lebih konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, agar masyarakat nyaman dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

"Dugaan saya, kalau pendataan dan screening saja tidak jelas, bagaimana mau upaya pencegahan apalagi penanganan. Makanya, screening semua elemen masyarakat dan harus terbuka juga pun jika ada yang ternyata sudah positif," tegas Yus.
Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.