Selasa, 21 Apr 2026
Ketua KKS Rambah Samo Membenarkan Stuban ke Luar Negeri
Laporan : Fahrin Wawuru
admin
Rabu, 12 Feb 2020 07:58
Fahrin
ROKAN HULU - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Wilayah Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) meluruskan keberangkatan mereka Studi Banding di Luar Negeri di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Jalan Lorong Tuan Ismail Kuala Lumpur Singapure.
Selesai acara Studi Banding mereka rombangan ada jalan-jalan menggunakan mobil di Brunai Darussalam dan Thailand yang disesuaikan dengan pembiyaan semuanya.
Ruslin juga Kepala Sekolah (Kepsek) SD N 004 Rambah Samo itu, juga ikut bersama peserta pada rombongan yang berangkat, ada 19 Kepala Sekolah SD, 2 Kordinator Disdikpora Rambah Samo dengan istri, ada suami/istri Kepseknya 5 orang dan dari umum 2 orang dengan jumlah 28 orang semua.
"Stuban tersebut dari tanggal 21 s/d 26 januari 2020 belum lama ini," kata Ruslin menjawab Spiritriua com melalui pesan WhatsAppnya Selasa, (11/2/2020) sore.
Ketua KKS Wilayah Rambah Samo itu menjelaskan lagi, Studi Banding merupakan progrm K3S Kecamatan Rambah Samo. Itupun sekali dalam 3 tahun dengan biayanya, mereka masing-masing peserta kumpulkan kas.
"Stuban di Luar Negeri itu program kerja K3S Rambah Samo bukan dari Dinas. Biayanya dari uang kas K3S yang kami kumpulkan selama tiga tahun ini. Tidak benar ada yang membiayai kami pergi. Kami juga tidak ada sponsor, yang katanya diberikan oleh penerbit buku atau fee dari penjual, pembelian buku di sekolah," tulis Ruslin membantah dugaan jasa Gratifikasi tersebut.
Diakuinya, mereka menggunakan jasa SBT Travel Service Sultan.
Sebelum mereka berangkat pergi Stuban itu, memang ada kekurangan biaya dari uang kas, kerena hanya bisa dibagikan Rp 3.000.000 di masing-masing peserta, sedangkan biaya Rp 3.500.000, sehingga sisanya Rp 500.000 peserta yang tanggung. Sedangkan yang membawa keluarga (istri) ditanggung yang membawanya.
"Peserta Stuban biayanya dari kas K3S, kekurangan ditambah peserta, biaya yang bukan peserta, ditanggung peserta yang membawanya," jelas Ruslin.
"Pada berita sebelumnya itu, tidak benar itu komentar saya. Karena tulisan yang saya kirim, saya membantah menggunakan sponsor dari penerbit buku," tegasnya lagi.
Kepsek SD N 004 Rambah Samo mengakui bahwa, buku yang di belanjakan di sekolah di wilayah nya untuk pelajar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai aturan yang berlaku.
"Tidak mungkin kami puya fee pada pembelian buku pelajar itu, karena biayanya dari dana BOS dan aturannya ada dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI," terangnya.
iberitakan sebelummya, beberapa atau belasan oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) di lKabupaten Rokan Hulu, Riau diduga menerima gratifikasi berupa biaya tambahan jalan-jalan dan rekreasi bertajuk Study Banding (Stuban). Namun sayangnya Stuban itu belum diketahui apa tujuannya untuk kemajuan dunia pendidikan mulai dibicarakan publik. (Fah).
komentar Pembaca