Senin, 03 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kisah Linda di Ujung Negeri Anambas, Gerobak BRK Syariah Jaga Harapan Sekolah Anak

Peristiwa,

Kisah Linda di Ujung Negeri Anambas, Gerobak BRK Syariah Jaga Harapan Sekolah Anak

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 03 Agu 2026 13:25
LANGIT Desa Mengkait masih gelap ketika Linda memulai langkah pertamanya. Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul empat pagi. Dalam sunyi yang hanya ditemani suara ombak, perempuan berusia 40 tahun itu mendorong gerobaknya menuju sebuah sumur yang menjadi sumber kehidupan warga desa.

Bagi masyarakat di banyak kota, air bersih mungkin hanya semudah memutar keran. Namun di Desa Mengkait, Kabupaten Kepulauan Anambas, air harus dijemput dengan tenaga, lalu diantarkan satu per satu ke rumah-rumah penduduk.


Desa kecil di gugusan pulau terluar Indonesia itu hanya dapat dijangkau menggunakan speedboat setelah perjalanan dari ibu kota kecamatan. Laut bukan sekadar bentang alam, melainkan jalan utama yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan. Di pulau itu belum tersedia kantor bank, rumah sakit, maupun pusat pelayanan publik selain kantor desa.

Di tengah kondisi itulah Linda menjalani dua pekerjaan sekaligus. Selain sebagai tenaga kebersihan desa, ia mengangkut air bersih untuk dua keluarga pelanggan tetap. Setiap hari sekitar sepuluh jeriken air dipindahkan dari sumur menuju rumah-rumah warga.


Pekerjaannya belum selesai di situ. Ketika warga membeli bahan bakar di SPBU mini yang berada di dataran lebih tinggi, Linda kembali mendorong gerobaknya. Tidak semua orang memiliki sarana untuk membawa minyak hingga ke rumah.

"Pekerjaan ini memang berat, tetapi selama badan masih kuat saya akan terus bekerja. Semua ini untuk anak-anak," ujarnya.

Satu Gerobak Beribu Harapan

Sebagai ibu yang membesarkan dua anak seorang diri, setiap rupiah yang diperolehnya memiliki tujuan yang jelas. Putri sulungnya baru duduk di kelas I SMP, sementara anak laki-lakinya masih mengenyam pendidikan dasar. Ia percaya pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan keluarganya.

"Saya ingin anak perempuan saya bisa kuliah. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi putri daerah yang membangun Desa Mengkait," harapnya.


Harapan tersebut semakin menemukan jalannya ketika pada Desember 2025  BRK Syariah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyerahkan bantuan gerobak sorong kepada Linda. Dengan bantuan tersebut, kini ia memiliki dua gerobak yang dapat digunakan secara bergantian untuk mengangkut air bersih maupun bahan bakar. Waktu kerja menjadi lebih efisien, kapasitas pelayanan meningkat, dan penghasilannya pun lebih terjaga.


"Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Gerobak lama sudah mulai rusak. Sekarang pekerjaan mengangkut air dan minyak lebih mudah. Penghasilan yang saya dapat saya gunakan untuk biaya sekolah anak-anak," tuturnya.

Akses Keuangan di Wilayah Terluar

Perubahan terbesar ternyata bukan hanya pada alat kerjanya. Di pulau yang belum memiliki kantor bank, Linda kini menjadi nasabah BRK Syariah. Penghasilannya tidak lagi seluruhnya disimpan di rumah. Sebagian ia sisihkan untuk ditabung sebagai persiapan pendidikan anak-anaknya.

"Di sini tidak ada bank, tidak ada rumah sakit, dan tidak ada kantor pelayanan selain kantor desa. Kami senang BRK Syariah bisa sampai ke sini. Sekarang kami punya tempat menyimpan uang dengan aman. Saya menabung supaya nanti anak-anak bisa terus sekolah," ungkapnya.


Pendekatan yang dijalankan BRK Syariah dirancang agar bantuan menjadi modal produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi penerima manfaat. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat, BRK Syariah berupaya memastikan kehadirannya dapat dirasakan hingga wilayah kepulauan dan daerah terluar.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/kisah-linda-di-ujung-negeri-anambas-gerobak-brk-syariah-jaga-harapan-sekolah-anak.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki