Klaster Pilkada Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di Kuansing Sudah 151 Kasus
Admin
Senin, 05 Okt 2020 15:11
TELUK KUANTAN - Kasus positif Covid-19 di Kuansing kembali bertambah pada Minggu (4/10/2020). Penambahan datang dari klaster Pilkada.
Ada dua penambahan kasus positif di Kuansing pada Minggi (4/10/2020).
Dua pasien tersebut yakni tuan A, 47 tahun warga kecamatan Kuantan Tengah dan tuan S, 38 tahun warga Kecamatan Inuman.
"Ada penambahan dua kasus konfirmasi positif hasil dari tracing dari tuan H dan nyonya J," kata juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Kuansing, dr Amelia Nasrin, Senin pagi (5/10/2020).
Tuan H yang dimaksud yakni Wabup Halim. Sedangkan nyonya J yakni istri sang Wabup. Wabup Halim dan istri konfirmasi positif pada 28 September lalu.
Tracking Wabup Halim ini di sebut dalam klaster Pilkada.
Wabup Halim sendiri saat ini sedang cuti karena mengikuti Pilkada Kuansing 2020.
Halim maju sebagai calon bupati dengan menggandengn Komperensi sebagai pendampingnya.
Dr Amelia mengatakam tuan A dan S termasuk pasien tanpa gejala. Keduanya pun menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Dengan penambahan ini, klaster Pikkada sudah ada 7 pasien positif.
Hingga Senin (5/10/2020), jumlah pasien covid-19 di Kuansing sudah sebanyak 151 kasus. Dari jumlah tersejut, tiga pasien meninggal dunia. (Tribunprkanbaru.com / Palti Siahaan)
Kemarin Tambah 8 Pasien Positif Covid-19
Apa yang dikhawatirkan semua pihak akhirnya terjadi. Muncul klaster Pilkada dalam covid-19 di Kuansing saat ini.
Kuansing sendiri ikut menggelar Pilkada 2020. Saat ini, Pilkada Kuansing sudah memasuki tahap kampanye.
Nah, pada Kamis (1/10/2020), Kuansing mencatatkan penambahan delapan kasus positif covid-19.
Dari delapan kasus tersebut, ada klaster Pilkada.
"Hari ini ada delapan penambahan konfirmasi positif," kata juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Kuansing, dr Amelia Nasrin, Kamis malam (1/10/2020).
Kasus positif covid-19 di Kuansing kembali bertambah pada Kamis (1/10/2020).
Ada sebanyak delapan kasus penambahan.
Delapan pasien tersebut yakni nyonya DBP, 31 tahun; tuan E, 62 tahun dan nyonya N, 60 tahun.
Ketiganya merupakan warga Kecamatan Kuantan Tengah.
Tiga pasien diatas saat ini sudah dirawta di RSUD Teluk Kuantan.
Ketiganya mengalami gejalan batuk dan pilek.
ainnya yakni tuan FA, 37 tahun warga kecamatan Benai. Nyonya SP, 25 tahun, warga kecamatan Kuantan Tengah dan nyonya WM, 24 tahun, warga kecamatan Sentajo Raya.
Tiga pasien diatas merupakan pasien tanpa gejala dan saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Pasien lainnya yakni nyonya E, 40 tahun warga Kecamatan Kuantan Tengah.
Ia merupakan suspec sebelumnya yang dirawat di rumah sakit sejak 24 September.
Pasien terakhir yakni nyonya SS, 48 tahun, warga Kecamatan Singingi.
Ia sebelumnya merupakan pasien suspec yang dirawat di RSUD Teluk Kuantan sejak 28 September lalu.
dr Amelia mengatakan enam dari delapan pasien tambahan tersebut merupakan klaster Pilkada.
Klaster ini merujuk ke Wabup Halim non aktif karena kampanye.
Halim beberapa waktu lalu konfirmasi positif covid-19.
"Selain pasien suspek adalah dari klaster Pilkada," kata dr Amelia
Dengan penambahan ini, jumlah kasus positif covid-19 di Kuansing sebanyak 145 orang.
Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia.