Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • LONGSOR dan Angin Puting Beling Terjang Kecamatan XIII Koto Kampar, 2 Bencana Alam Terjadi Sekaligus

LONGSOR dan Angin Puting Beling Terjang Kecamatan XIII Koto Kampar, 2 Bencana Alam Terjadi Sekaligus

Admin
Selasa, 10 Nov 2020 16:43
pekanbaru.tribunnews.com

BANGKINANG - Sejumlah bencana alam melanda wilayah Kabupaten Kampar di tengah musim penghujan November ini.

Pada Senin (9/11/2020) malam ada dua kejadian bencana alam sekaligus di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, Selasa (10/11/2020) mengatakan, Senin malam ada peristiwa tebing longsor dan angin puting beliung.

Ia menjelaskan kejadian tebing longsor terjadi disekitar daerah dekat objek wisata Ulu Kasok Kecamatan XIII Koto Kampar.

Longsornya tebing batu ini terjadi sekitar pukul 20.00 wib. karena kejadian ini material longsoran berjatuhan ke Jalan Lintas Sumbar - Riau.

"Saat kejadian kondisi cuaca tengah hujan cukup deras. Karena kejadian ini arus lalu lintas sempat macet beberapa waktu," katanya.

Adi menuturkan dari peristiwa ini tiada korban jiwa.

Selasa siang, tim dari Dinas PUPR sudah mendatangkan alat berat untuk membantu membersihkan material longsoran.

"Saat ini kondisi jalan sudah bisa dilewati dengan lancar," ungkapnya.

Selain peristiwa tebing longsor, Kecamatan XIII Koto Kampar juga dilanda peristiwa angin puting beliung.

Satu rumah warga rusak disapu angin kencang di daerah Desa Tanjung Alai.

Kejadian angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, Senin (9/11/2020) saat angin kencang jelang hujan turun.

Karena kejadian ini atap salah satu rumah warga habis terbang disapu angin yang berhembus kencang.

Hampir semua lapisan atap rumah warga habis disapu angin.

Karena kejadian ini 3 kepala keluarga di desa ini terdampak.

"Kita bersyukur tiada korban jiwa atau luka-luka karena peristiwa ini," ungkapnya.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita menuturkan, Selasa (10/11/2020) BPBD Kampar bersama warga bergotong royong bersama membenahi rumah warga yang rusak.

Bupati Ingatkan Waspada Banjir

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor di Lapangan Pelajar Bangkinang, Senin (9/11/2020). (istimewa)

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kampar bersama jajaran menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor di Lapangan Pelajar Bangkinang, Senin (9/11/2020).


Apel ini diikuti oleh jajaran dari BPBD Kampar, TNI, Kepolisian dan segenap jajaran pemerintah dan legislatif di Kabupaten Kampar.

Apel kesiapsiagaan ini dilakukan dalam rangka menyikapi musim hujan tahun ini.

Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto yang memimpin apel tersebut mengatakan berdasar informasi BMKG bahwa saat ini memasuki musim hujan.

"Seperti kita tau, di Kabupaten Kampar setiap tahun mengalami peristiwa banjir, oleh sebab itu kami minta untuk lebih siaga menghadapi kemungkinan adanya banjir dan longsor," ucapnya.

Menurutnya banjir di Kampar cenderung terjadi berawal dari tingginya curah hujan di Hulu PLTA Koto Panjang atau di wilayah Sumatera Barat sehingga menyebabkan debet air di bendungan PLTA akan tinggi.

"Karena tingginya debit air masuk ini memaksa PLTA Koto Panjang membuka pintu air. karena itu tinggi permukaan air meningkat," ungkapnya.

Catur menuturkan ditengah wabah Covid-19 jajaran mesti lebih waspada, jangan lagi hendaknya ada kejadian bencana.

Ia mengingatkan seluruh petugas untuk selalu waspada dan menyiapkan para relawan untuk turut serta memperingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kampar.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Amga menuturkan sejak pertengahan bulan Oktober 2020 BPBD Kampar sudah memasang status siaga banjir untuk Kabupaten Kampar.

Namun demikian ia mengatakan meski status sudah ditingkatkan, dari pantauan Tim BPBD Kampar kondisi sungai yang berada di Kabupaten Kampar masih terbilang aman sejauh ini.


Ia menuturkan bencana banjir yang terjadi di Kampar cenderung disebabkan karena adanya kenaikan debit air sungai.

Wilayah pinggiran sungai jadi daerah yang rentan terdampak banjir.

"Kita kemarin sudah memantau waduk PLTA Koto Panjang dan melihat kondisi ketinggian air waduk masih aman," ungkapnya.

Ia mengatakan ketinggian air waduk masih jauh dibawah batas tinggi air normal waduk.

Menurutnya debit air waduk PLTA Koto Panjang bisa meningkat jika ada kiriman air dari hulu daerah Pangkalan, Sumatera Barat.

Sementara kondisi sungai untuk daerah Sungai Subayang dan sejumlah daerah di Kampar Kiri sejauh ini terpantau masih aman.

Ia menuturkan daerah kejadian banjir di Kampar Kiri ini lebih dipengaruhi kiriman air dari daerah Sumatera Barat yang melewati daerah Kuntan Singingi juga.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.