Kamis, 19 Feb 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Lokakarya Identifikasi Rencana Aksi dan Jurisdictional REDD+ Riau Resmi Dibuka

Berita

Lokakarya Identifikasi Rencana Aksi dan Jurisdictional REDD+ Riau Resmi Dibuka

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 18 Feb 2026 13:05
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARU - Asisten III Setdaprov Riau, M. Job Kurniawan resmi membuka lokakarya identifikasi rencana aksi dan jurisdictional Reducing Emission from Deforestation and forest Degradation (REDD+) Provinsi Riau. Melalui helat ini diharapkan program REDD+ dapat sejalan baik ditingkat nasional maupun daerah, terutama dalam hal metodologi penghitungan karbon.

Job Kurniawan mengapresiasi terlaksananya lokakarya identifikasi rencana aksi dan jurisdictional REDD+ Provinsi Riau, sebab hal ini sebagai bagian dari tahapan pre investment dalam mendukung implementasi Arsitektur REDD+ Provinsi Riau.

Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan keseriusan dan komitmen bersama dalam merespons tantangan lingkungan hidup dan perubahan iklim secara terencana, terukur, dan kolaboratif.

"Forum ini dirancang sebagai ruang kerja strategis untuk menyelaraskan kebijakan, proses teknis, dan kolaborasi multipihak yang sedang berjalan di Provinsi Riau," jelasnya di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (18/2/26).

Job Kurniawan juga menegaskan, Provinsi Riau memiliki peran yang sangat penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional, khususnya pada sektor berbasis lahan. Ia melihat, sektor kehutanan masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca di Bumi Melayu Lancang Kuning, dengan proporsi lebih dari 80 persen. 

"Pada saat yang sama, dalam periode lima tahun terakhir, Riau telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar sekitar 13,5 persen. Capaian ini penting, namun belum cukup tanpa perubahan tata kelola yang lebih sistematis dan terintegrasi," imbuhnya.

Job Kurniawan juga menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Riau terhadap agenda ini bersifat kebijakan dan berkelanjutan. Hasil lokakarya identifikasi rencana aksi jurisdictional REDD+ Riau ini, kata dia, akan menjadi rujukan penting dalam penetapan kontribusi Sub Nasional Riau untuk mendukung target Second NDC 2030, sejalan dengan arah Green for Riau Initiative serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam kegiatan ini, akan dilakukan diskusi bersama berbagai narasumber dengan tema yang sangat menarik dan penting. 

Job Kurniawan berharap semua pihak dapat bersinergi dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, terutama yang berada di Bumi Melayu Riau.

"Mari kita saling bekerja sama, karena dalam menjaga hutan tidak mungkin bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Kita harus bersinergi, baik itu pemerintah, swasta, lembaga, hingga masyarakat," ajaknya.
Sumber: (MediaCenterRiau)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Feb 2026 16:37

    Ekonomi Tumbuh 4,79 Persen, Pemprov Riau Siapkan RKPD 2027 Berbasis Daya Saing

    PEKANBARU �" Pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,79 persen pada 2025 menjadi modal optimisme dalam penyusunan RKPD 2027. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:30

    10 Saham Top Gainer Perdagangan Rabu 18 Februari 2026, Simak Daftar Emitennya

    IDXChannelâ€"Simak 10 saham top gainer hari ini. Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, IHSG ditutup parkir di zona hijau 8.310 dengan kenaikan 1,19 persen. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp23,6

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:15

    Jalani Proses Cerai, Boiyen Posting Foto Galau dengan Lagu 'Kukira Kau Rumah'

    JAKARTA - Di tengah proses perceraiannya dengan Rully Anggi Akbar, Boiyen tampak sudah menghapus foto preweddingnya di Instagram. Namun di Instagram feeds boiyenpesek memang masih ada beberapa potret

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:07

    Transformasi Dunia Kerja, Menaker Sebut Shopee Affiliate Buka Peluang Ekonomi Baru Era Digital

    JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi m

  • Rabu, 18 Feb 2026 15:56

    Perdebatan Genteng vs Seng, Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Tak Cukup Rp60 Juta

    JAKARTA �" Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera masih memunculkan perdebatan terkait jenis material atap yang akan digunakan, antara genteng atau seng. Perdebatan ini muncul kare

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.