Mahasiswa Tak Kunjung Datang, Padahal Gubernur Riau dan Forkopimda Sudah Lama Menunggu di Ruangan
Admin
Kamis, 08 Okt 2020 11:46
PEKANBARU - Agenda pertemuan mahasiswa dengan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Forkompinda membuat Pemprov Riau kocar-kacir.
Pasalnya pertemuan yang diagendakan, Kamis (8/10/2020) pukul 10.00 WIB tersebut molor.
Anehnya, agenda ini molor bukan karena kesibukan Gubernur Riau atau Kapolda Riau, namun akibat mahasiswa yang tidak ada satu pun hadir di lokasi acara, di Ruang Kenangan Kantor Gubernur Riau.
Pantuan Tribun, Kamis (8/10/2020) di lokasi ptermuan tampak Gubernur Riau Syamsuar, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031 Wira Bima Brigjen M Syech Ismed SE dan Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto sudah menunggu di ruang pertemuan.
Hingga berita ini ditulis belum ada satu pun perwakilan mahasiswa yang tiba di lokasi.
Gubernur Riau Syamsuar bersama Kapolda Riau dan Danrem tampak berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan mahasiswa.
Sesuai agenda, pertemuan antara Gubernur Riau dan Forkopimda dengan mahasiswa se Riau ini membahas soal penetapan Undang-Undang Cipta Kerja.
Dimana sebelumnya ratusan mahasiswa menggelar unjukrasa di depan kantor DPRD Riau dan sempat Ricuh.
Mahasiswa meminta pemerintah untuk mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja.
Pandemi saat itu juga mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi, Kamis (8/10/2020).
Dilaporkan, ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa se Riau melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (7/10/2020).
Massa datang ke gedung DPRD Riau dengan membawa spanduk dan karton yang bertuliskan penolakan terhadap undang-undang Cipta kerja.
Aksi unjukrasa ini dikawal ketat oleh petugas kepolisian dan satpol PP Riau.
Massa tidak masuk ke dalam komplek gedung DPRD Riau dan hanya bisa melakukan orasi tepat di depan pintu pagar masuk menuju ke komplek gedung DPRD Riau.
Aksi demonstrasi menuntut pemerintah segera membatalkan UU cipta kerja ini sempat memanas dan nyaris ricuh.
Sejumlah pendemo dan aparat keamanan sempat kontak fisik dan saling dorong.
Bahkan massa juga sempat menggoyang-goyang pintu pagar gedung DPRD Riau dan nyaris roboh.
"Adek-adek mahasiswa mohon tenang, hindari bentrokan, saya ingatkan, kalau anarkis kami akan lakukan tindakan tegas," kata petugas kepolisian melalui pengeras suara.
"Saya ingatkan, kita sedang dalam Pandemi Covid-19, kasian masyarakat kita, jangan sampai ini jadi kluster baru," kata petugas lagi dengan suara lantang.