Senin, 29 Jun 2026
- Home
- Lingkungan
- DLH Bangka Buka Layanan Pembelian Sampah, Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi
DLH Bangka Buka Layanan Pembelian Sampah, Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 29 Jun 2026 13:37
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah resmi membuka layanan pembelian sampah dari masyarakat. Inisiatif ini bertujuan ganda, yakni untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. Kepala DLH Kabupaten Bangka, Boy Yandra, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Layanan pembelian sampah ini mencakup berbagai jenis limbah yang memiliki nilai jual, seperti plastik, kaleng, dan kertas. Masyarakat dapat langsung menjual sampah yang telah dipilah ke kantor DLH Bangka atau memanfaatkan fasilitas pembelian saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Hutan Kota Sungailiat setiap hari Sabtu. Selain itu, warga juga bisa menjualnya ke Bank Sampah yang dikelola oleh komunitas.
Program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Dengan adanya insentif ekonomi, kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah diharapkan meningkat. Upaya ini sejalan dengan visi menciptakan lingkungan kota yang bersih, nyaman, dan sehat bagi seluruh warga Kabupaten Bangka.
Mekanisme dan Klasifikasi Harga Sampah
DLH Kabupaten Bangka telah menetapkan klasifikasi dan harga pembelian untuk berbagai jenis sampah yang diterima. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kejelasan dan insentif yang adil bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam program ini. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung pada jenis dan kualitas sampah yang diserahkan, sehingga mendorong pemilahan yang lebih baik.
Untuk sampah jenis plastik, harga terendah ditetapkan sebesar Rp500 per kilogram, sementara harga tertinggi dapat mencapai Rp4.000 per kilogram, khususnya untuk jenis plastik seperti tutup galon. Sampah kaleng dibeli dengan harga terendah Rp1.500 per kilogram, dan kaleng berbahan aluminium memiliki harga tertinggi hingga Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, sampah berbahan kertas dibeli mulai dari Rp300 per kilogram, dengan jenis kertas HVS putih dihargai Rp1.400 per kilogram.
Masyarakat memiliki beberapa opsi untuk menjual sampah mereka. Selain di kantor DLH Bangka, layanan pembelian juga tersedia di kegiatan Car Free Day (CFD) di Hutan Kota Sungailiat setiap hari Sabtu. Alternatif lain adalah menjual langsung ke Bank Sampah yang telah dikelola oleh masyarakat, memudahkan akses bagi warga di berbagai wilayah.
Kolaborasi dan Tujuan Lingkungan Berkelanjutan
Dalam upaya menghimpun sampah sebanyak mungkin dan memperluas jangkauan program, DLH Kabupaten Bangka menjalin kerja sama strategis dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Organisasi ini dipimpin oleh istri Bupati Bangka, H Dini Harlina Insani, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam inisiatif lingkungan ini. Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Penanganan sampah menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan kota yang bersih, nyaman, dan sehat. Program pembelian sampah ini merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan sampah yang lebih luas. Fokus utamanya adalah menerapkan pendekatan 3R: mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle).
Pendekatan 3R ini menjadi pedoman dasar dalam pengelolaan dan pengurangan sampah secara berkelanjutan di Kabupaten Bangka. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip ini, DLH Bangka berupaya tidak hanya mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/dlh-bangka-buka-layanan-pembelian-sampah-ubah-limbah-jadi-nilai-ekonomi-586886-mvk.html?page=3
komentar Pembaca