Selasa, 21 Apr 2026

Misbakhun Tantang Ruhut Jawab Buku dengan Buku

Jumat, 21 Agu 2015 16:00

JAKARTA-Politisi Partai Golkar, M Misbakhun, menantang politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul untuk menjawab buku karyanya yang mengupas skandal Bank Century dengan buku, bukan sekedar pernyataan di media massa.

"Salah besar kalau Pak Ruhut Sitompul menyebut saya stres berat. Saya menulis buku "Sejumlah Tanya Melawan Lupa; Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY‎" dengan memakai data. Saya tantang untuk dibantah dengan buku juga kalau ada yang salah dari buku saya itu. Ini negeri demokrasi. Justru, semakin banyak buku terkait kasus Century, membuktikan kasus itu memang kasus yang sangat besar," tegasnya di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Ruhut berang lantaran buku Misbakun menuding SBY sebagai dalang dari kasus yang merugikan negara triliunan rupiah itu. "Misbakhun orang stres, dia mungkin lagi lelah, dia sempat punya ide gagas dana aspirasi tiap dapil ditopang pemerintah, lalu dia cari mainan baru, siapa Misbakhun itu?" kata Ruhut di Gedung DPR RI, Kamis 20 Agustus 2015. "Di Kejaksaan dan KPK sudah selesai. Inti Century memojokkan kami (Demokrat), tapi diproses enggak ada kaitan dengan kami," imbuhnya.

Mendapat jawaban semacam itu Misbakhun justru mempertanyakan apakah Ruhut Sitompul sudah membaca buku karyanya serta mendengarkan isi testimoni Anne Mulya dan Nadia Mulya saat peluncuran bukunya, atau belum.

"Kenapa tidak ada simpati terhadap keluarga itu. Kenapa hanya Budi Mulya yang jadi terpidana? Lalu bagaimana dengan pejabat lain yang ikut serta dalam pengambilan keputusan bailout Century. Kasus Century hanya menjerat satu nama. Apakah ini tidak janggal?" tanyanya.

Dia lantas mengingatkan kepada publik bahwa sudah tujuh tahun kasus ini bergulir namun sepertinya mandek prosesnya di tangan penegak hukum. Lantaran itu, lewat buku ini Misbakhun mencoba menggugah kembali ingatan publik. Sebab, uang Rp6,7 triliun bukanlah nominal yang sedikit.

"Dengan buku ini saya mencoba mengingatkan akan satu periode kelam di Republik ini. Saya mengajak LSM, pemerhati hukum, seperti ICW untuk membaca buku ini. Untuk ikut bersuara agar kasus ini bisa dituntaskan KPK. Saya juga mengajak media massa yang saat proses Hak Angket Century memberikan porsi yang cukup besar dalam pemberitaan untuk kembali mengangkat isu penuntasan kasus Century," pintanya.

Adapun terkait respons para elit Demokrat terhadap isi buku yang diluncurkannya, Misbakhun mempersilakan kepada pihak-pihak yang merasa keberatan untuk mengklarifikasi.

"Kalau memang Pak SBY atau Demokrat terganggu dengan buku saya atau pernyataan saya. Kenapa gak sekalian minta KPK untuk mengonfirmasi surat-surat Sri Mulyani ke Pak SBY. Dihadapkan saja mereka berdua di hadapan penyidik KPK. Karena selama kasus ini menggantung, sepanjang itu pula akan dikaitkan dengan Pak SBY. Jadi saya dan publik akan memberikan aplaus bila Pak SBY mau menyatakan siap diri untuk memberikan keterangan ke KPK," tegasnya.

Terlepas dari polemik yang muncul atas peluncuran bukunya serta berlarut-larutnya kasus Century, dia menyadari begitu banyak kasus yang terjadi saat ini sehingga menyedot energi cukup besar bagi bangsa ini. Namun, situasi ini tidak bolah dijadikan alasan untuk mengabaikan pengusutan skandal perbankan yang merugikan negara triliunan rupiah.

"Kasus Bank Century harus jadi prioritas seluruh anak bangsa untuk diselesaikan. Mari kita menolak lupa penuntasan kasus Century. Sebab, masih ada sejumlah tanya yang harus terjawab melalui proses hukum," pungkasnya.

(okezone.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.