Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pejabat Impor Mulai Ajukan Pindah, Purwanto Mau Kabur Dari Bengkalis

Pejabat Impor Mulai Ajukan Pindah, Purwanto Mau Kabur Dari Bengkalis

Laporan : Supriyanto
Jumat, 14 Agu 2015 21:00
Google
Ilustrasi
BENGKALIS-Secara berangsur pejabat-pejabat yang diimpor mantan bupati Bupati Bengkalis Herliyan Saleh maupun para kepala SKPD satu persatu mulai mengajukan surat pindah kerja kembali ke Pekanbaru. Salah satu yang menonjol sesuai keterangan kepala bidang mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bengkalis, adalah Purwanto kepala bidang sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan Bengkalis.

Kalangan masyarakat bereaksi keras, soal pengajuan kepindahan Purwanto ke Pekanbaru, walau sebelumnya yang bersangkutan memang bertugas di Pekanbaru. Karena Purwanto adalah pejabat 'misterius' yang dibawa Herman Sani kepala Dinas Pendidikan ke Bengkalis yang diduga kuat untuk mengurusi proyek-proyek lelang Disdik. Sementara Herman Sani sendiri adalah kawan dekat Herliyan Saleh, yang diberi jabatan Kadisdik selama empat tahun oleh Herliyan, begitu ia kalah di Pilkada Rohil tahun 2011.

Seperti diutarakan pemerhati masalah pembangunan dan pemerintahan di Bengkalis Wan Sabri yang mengingatkan, supaya Purwanto terlebih dahulu mempertanggungjawabkan perbuatannya bersekongkol dengan Herman Sani,dalam mengatur pelelangan proyek di Disdik. Purwanto sendiri diduga merupakan 'mesin pencetak uang' bagi sang Kadisdik, yang terbukti maju lagi di Pilkada Rohil untuk ketiga kalinya.

"Purwanto jangan kabur dulu dari Bengkalis. Tiga tahun ia menjadi ketua kelompok kerja (pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP), dimana diduga yang bersangkutan menguasai proyek-proyek lelang mulai dari fisik sampai moubiler di Disdik dari tahun 2013,2014 dan 2015 ini. Ia harus mempertanggungjawabkan terlebih dahulu pekerjaan yang ditinggalkannya baik sebagai kepala bidang di Disdik maupun ketua Pokja di ULP,"tegas Suhaimi, Jumat (14/08/2015).

Ditambahkan Wan Sabri, kinerja Purwanto selaku kepala bidang atau pejabat eselon III di Disdik harus dievaluasi total, termasuk sebagai ketua Pokja di ULP tiga tahun berturut-turut. Ia mengimbau Pj bupati Bengkalis tidak merekomendasikan kepeindahan yang bersangkutan, juga Plt Gubri tidak menerima terlebih dahulu kepindahan Purwanto ke Pemprov Riau.

 "Enak saja dia tiga tahun bekerja sesuka hati di Bengkalis ini, begitu Herliyan 'tamat" dan atasannya Herman Sani ikut pilkada di Rohil diapun mengajukan surat mutasi. Kita masih menyimpan sejumlah paket lelang tahun 2013 dan 2014 di Pokja yang diketuai Purwanto yang diduga bermasalah, termasuk mengevaluasi kinerja dia sebagai kepala bidang di Disdik yang hamper tidak pernah masuk kantor. Non job-kan aja dia di Bengkalis ini dahulu,"kata Wan Sabri mengingatkkan.

Pendapat lain disampaikan Asriyalmi yang mengatakan bahwa pejabat seperti Purwanto itu salah satunya yang ikut merusak program pembangunan di Bengkalis. Karena ia didatangkan ke Bengkalis sebagai pejabat hanya dengan orientasi mengeruk duit APBD Bengkalis lewat proyek-proyek Disdik.

 "Kita minta BKD maupun  Pj bupati Bengkalis tidak mengeluarkan terlebih dahulu rekomendasi pindah yang bersangkutan. Ia masih meninggalkan masalah di Bengkalis, terutama soal proyek-proyek di Disdik. Masak orang meninggalkan 'berak' dibiarkan pergi begitu saja, harus dibersihkan dia dahulu, sama dengan Herman Sani,"tukas Asriyalmi, mantan ketua KNPI kabupaten Bengkalis mengingatkan.

Dikemukakan Asriyami lagi, sejak kepemipinan Herliyan Saleh-Suayatno, pejabat-pejabat yang didatangkan ke Bengkalis, bukan orang-orang hebat untuk membangun Bengkalis. Tapi pejabat-pejabat yang tidak punya jabatan di Pekanbaru, dan kinerjanya justru dibawah pejabat lama era bupati Syamsurizal. Termasuk Purwanto yang dipaksakan di Bengkalis menjadi pejabat eselon III, padahal di Pekanbaru ia hanya PNS biasa disaat masih banyak pejabat eselon III yang berkualitas di Bengkalis ini.

 Untuk diketahui, Purwanto adalah pejabat bawaan atau orang kanan Herman Sani yang didatangkan ke Bengkalis, begitu Herman Sani menjabat Kadisdik. Purwanto juga merupakan pejabat penuh sensasi, ia disebut-sebut 'kebal hukum' dan tidak tersentuh aturan, walau hampir tidak pernah masuk kantor. Ia sengaja disiapkan Herman Sani untuk menguras APBD Bengkalis lewat proyek-proyek Disdik. (sup)

 
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.