Pembangunan Box Culvet di Sungai Siakap Palika tidak Tepat Sasaran
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 29 Des 2015 17:17
BAGANBATU - Pembangunan Box Culver di Sungai Siakap kepenghuluan Pasir Limau Kapas kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) tidak tepat sasaran.
Pasalnya, peletakan posisi Box Culver tersebut tidak dibangun ditempat yang seharusnya, sehingga hal ini membuat tanda tanya besar anggota DPRD Riau, Ir Siswaja Muljadi alias Aseng.
" Saya merasa aneh saja, seharusnya itu box culvert dibangun ditempat yang tidak seharusnya," tukas Siswaja.
Seban, jelasnya, berdasarkan informasi yang didapatnya, box tersebut seharusnya dibangun pada jembatan kayu yang menghubungkan Pasir Limau Kapas dengan Sei Daun, namun malah dipindahkan ketempat lain dengan alasan salah gambar.
" Saya taunya waktu saya pulang reses dari Palika hari Senin (28/12) kemarin, dan alasan yang disampaikan pekerja kepada saya karena air sungai tinggi sehingga tidak bisa dibangun, sehingga harus dipindahkan," bebernya.
Tentu, lanjutnya lagi, hal ini sangat aneh, kalau alasan tersebut dijadikan dasar untuk memindahkannya sangat tidak wajar, sebab, jembatan itu sudah sangat memprihatinkan, dan juga merupakan akses terpenting masyarakat.
" Kalau memang itu alasannya, sejarusnya, yang pada bestek dibuat lebar 4 meter kan bisa dibuat 2 meter, sehingga panjangnya sampai ke tepi jalan, bukan malah dipindahkan," urainya lagi.
Bahkan, lanjut Aseng, pada plank proyek tidak tertera berapa jumlah anggarannya, hanya ada Dinas Cipta Karya sebagai dinas terkait dan PT. Thaza sebagai kontraktor. " Kalender kerjanya juga tidak ditulis," ungkapnya.
Untuk itu ia berharap kepada anggota DPRD Rohil untuk melakukan kros cek terhadap proyek tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD Rohil, Ucok Mukhtar yang membidangi Pembangunan saat dimintai tanggapannya mengaku sudah mengetahui permasalahan tersebut.
" Saya sudah tau, ini saya masih cari datanya, nanti kalau sudah dapat saya pelajari dulu baru saya bisa komentar," ujarnya singkat.
Sementara itu juga, penghulu Pasir Limau Kapas, Syamsir ketika dikonfirmasi spiritriau.com Selasa 29/12 membenarkan atas pemindahan lokasi proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kontraktor sudah terlebih dahulu memberitahukan kepadanya atas pemindahan tersebut dengan alasan kesalahan konsultan saat menggambar bestek box culvert tersebut.
" Ia benar, mereka sudah memohon mohon, kita mau bilang apa lagi, kata mereka itu kesalahan gambar konsultan, dan harus dikerjakan, ya mau tidak mau dibangunlah ditempat lain," ujarnya.
Namun demikian, lanjutnya, bangunan box culvert saat ini juga merupakan akses penting masyarakat menuju kebun masyarakat. Tetapi ia mengakui kalau itu tidak menjadi prioritas utama.
" Ia prioritas utamanya memang jembatan lintas ke Sei Daun itu," katanya.
Syamsir berharap, kedepan pemerintah kabupaten Rokan Hilir dapat kembali menganggarkan untuk pembangunan jembatan itu, sebab menurutnya, jembatan itu merupakan akses terpenting masyarakat, baik untuk meluntas juga sebagai akses menjual hasil kebun sawit masyarakat. (ded)
Peristiwa
1 Pasien Meninggal Saat Kebakaran Gedung PPJT RSUD dr Soetomo.
Surabaya -Satu pasien dilaporkan meninggal dunia saat terjadi kebakaran di lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Jumat (15/5/2026) pagi. Sebanyak 33 pasien dari gedun
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Daun Kelor Kaya Antioksidan, Dapat Sehatkan Jantung hingga Mengatur Gula Darah
JAKARTA-Banyak manfaat tersembunyi dari daun kelor. Daun ini kaya kandungan nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Daun kelor juga mengandung protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B, serta sej
Baru Sehari Kerja ART Jadi Korban Pencabulan di Rumah Bupati Konawe Selatan, Pelaku Diduga Security
KENDARI-seorang Asisten Rumah Tangga (ART) menjadi korban dugaan pencabulan di rumah Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Teng
Habisi dan Bakar Pacar, Mantan Personel Polres Indramayu Divonis Penjara Seumur Hidup.
INDRAMAYU-Pengadilan Negeri Indramayu Jawa Barat memvonis penjara seumur hidup terhadap terdakwa pembunuhan Putri Apriyani (24), Brigadir Polisi Dua (Bripda) Alvian Maulana Sinaga (23).Bripda Alvian M