Senin, 22 Jun 2026

Pemerintah Tak Tepat Janji, Pedagang Murka

Laporan : Vivi Mulfita Sari
Minggu, 14 Jan 2018 18:23
Vivi Mulfita Sari
DUMAI - Terkait relokasi pedagang pasar Dock Yard ke Pasar Kelakap Tujuh, diduga pemerintah tidak menepati janjinya terkait pemindahan bersama seluruh pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Dock Yard dan pedagang yang berjualan di Pasar Gedang.

Proses relokasi yang berlangsung pada Minggu (14/1/18) siang diiringi derai air mata para pedagang yang merasa terzalimi.

Para pedagang meneriakkan beragam kemarahan, bahwa mereka berdagang sejak pagi buta demi Rp. 500 rupiah guna menyambung hidup.

Mereka menolak dipindahkan, sebab ini merupakan relokasi kali kedua sejak tahun 2015 silam yang dilakukan pemerintah. Namun nyatanya keadilan belum juga berpihak kepada para pedagang. Terbukti dengan berdiri nya Pasar Gedang sebagai pasar tandingan dan membuat Pasar Kelakap Tujuh kala itu sepi pengunjung.

"Dagangan kami tidak laku di Pasar Kelakap, kalian mana mungkin belanja sampai jauh kesana," cecar salah seorang pedagang sayuran.

Seluruh pedagang di sepanjang Jalan Dock Yard hanya bisa pasrah saat satu persatu kios berjualan nya dirobohkan oleh petugas Satpol PP.

"Ini persoalan sejengkal perut, hidup dan mati kami ada di sebuah meja dagangan ini, kenapa kalian seolah tidak punya hati nurani. Kami menuntut perjanjian kemarin bahwa pemerintah akan memindahkan seluruh pedagang termasuk yang ada di Pasar Gedang," tambahnya. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kota Dumai, Zulkarnaen menjelaskan bahwa Tim Terpadu relokasi Pasar Kelakap Tujuh ini memang menerima usulan seluruh pedagang untuk secara bersamaan memindahkan seluruh pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh. Namun pada realisasi nya, para pedagang yang berada di Pasar Gedang tidak bergerak kemana pun.

"Kami membongkar para pedagang karena ini ilegal dan merupakan lahan milik PT. Patra Niaga, dan kami juga menerima usulan para pedagang tapi untuk pedagang yang berada di Pasar Gedang kami belum ada perintah selanjutnya," kata Zulkarnaen.

Dirinya juga menambahkan bahwa petugas yang turun ke lapangan pada siang hari ini hanya melanjutkan perintah Tim Terpadu. (vie)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 13:49

    Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun

    PEKANBARU-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Kota Pekanbaru tahun ajaran 2026/2027 dimulai Senin (22/6/2026) pukul 00.00 WIB besok. Ada 51 SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang akan menampung

  • Senin, 22 Jun 2026 13:46

    Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te

  • Senin, 22 Jun 2026 13:43

    Riau Kaya Raya, PAD Tinggal Sisa: Bocor di Mana?

    Di atas kertas, Provinsi Riau adalah salah satu wilayah terkaya sumber daya di Indonesia. Hamparan kebun sawit mencapai jutaan hektare, pabrik beroperasi siang-malam, dan arus logistik tak pernah bena

  • Senin, 22 Jun 2026 13:41

    Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat

    Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (21/6). Pertemuan pent

  • Senin, 22 Jun 2026 13:37

    Wapres Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kampung Yepem Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6). Kunjungan dilakukan usai melihat progres pembanguna

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.