Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemulasaran Jenazah Terduga Kasus Pandemi Wabah Virus oleh dr H.Indra Faisal,Sp.F.,M.H

Pemulasaran Jenazah Terduga Kasus Pandemi Wabah Virus oleh dr H.Indra Faisal,Sp.F.,M.H

Ravi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 13 Apr 2020 13:10
Istimewa
Tanjungpinang - Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), dr.H.Indra Faisal,Sp.F,.M.H meceritakan kepada awak media ini, di Ruang Jenazah RSUD RAT, terkait proses penanganan yang dilakukan Tim Forensik terhadap jenazah infeksi
Tanjungpinang - Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), dr.H.Indra Faisal,Sp.F,.M.H meceritakan kepada awak media ini, di Ruang Jenazah RSUD RAT, terkait proses penanganan yang dilakukan Tim Forensik terhadap jenazah infeksius di Rumah Sakit. Spiritriau.com Senin, (13/04/2020)

H.Indra Faisal menjelaskan, apabila ada pasien dalam perawatan isolasi maupun meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang terkonfirmasi sebagai jenazah infeksius. 

Tim Forensik akan mengambil pasien tersebut dan membawa ke ruang pemulasaran jenazah dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta menggunakan brankar jenazah dalam keadaan tertutup rapat.

Hal ini dilakukan untuk melindungi diri pribadi, keluarga pasien maupun masyarakat banyak, tanpa ada mengurangi rasa kemanusiaan. "Karena apapun ceritanya, tugas kami adalah melayani dan melaksanakan pemulasaran jenazah secara layak dan sesuai syariat dan agama yang dianut jenazah," ucap H. Indra Faisal.

Dalam penatalaksanaan pasien yang telah meninggal dunia dan terkonfirmasi infeksius, pemulasaran jenazah tersebut dilakukan secara baik dan layak. Selanjutnya dimasukkan kedalam peti dengan kondisi tertutup rapat. Supaya tidak ada celah yang mungkin dapat menyebabkan penyebaran faktor infeksi keluar dari tubuh jenazah.

Setelah berada diruang pemulasaran jenazah, Tim Forensik akan melakukan proses Fardhu Kifayah bagi jenazah muslim. Untuk jenazah nonmuslim, Tim Forensik usahakan tetap memandikan dengan sebelumnya di lakukan tindakan disinfektan terhadap jenazah.

Hal ini berguna menjaga agar keadaan disekitar tetap aman, dan tidak memunculkan keresahan masyarakat sekitar. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap jenazah tersebut.

"Karena yang terbaik telah kami lakukan untuk jenazah dan keluarga. Karena hal itu menyangkut kepentingan bersama," terangnya.

Setelah proses memandikan selesai, lanjut dia, kemudian Tim Forensik kafankan bagi yang muslim, dengan sistem disinfektan lapis demi lapis, dengan plastik. Agar jenazah tetap layak dan masyarakat juga tidak merasa ketakutan.

"Kemudian jenazah kita masukkan ke dalam peti jenazah, dengan keadaan jenazah sudah langsung menghadap kiblat didalam peti," jelas dia.

Peti ditutup rapat, sampai tidak ada celah, dan dibungkus lagi dengan plastik, ataupun terpal. Kemudian Tim Forensik memanggil keluarga untuk menyolatkannya diruang salat instalasi forensik. Atau, kalau pun tidak ada keluarga, Tim Forensik tetap menyolatkannya. Prosesi membawa jenazah kepemakaman juga dengan memakai APD.

Semua prosesi tersebut dapat disaksikan oleh keluarga melalui bilik kaca yang tersedia dengan mengikuti aturan yang di tetapkan oleh bagian Forensik. Ditempat pemakaman, Tim Forensik meminta kepada keluarga jenazah maupun masyarakat untuk mengikuti aturan yang diberikan, dengan cara, tidak mendekat disaat Tim Forensik sedang proses pemakaman.

Setelah tanah tertimbun, baru Tim Forensik persilahkan keluarga atau masyarakat untuk berdoa, layaknya proses pemakaman jenazah. Tim Forensik hanya menolong dan melakukan Fardhu Kifayah terhadap jenazah dimana hal tersebut juga merupakan kewajiban Tim Forensik sebagai tim pemulsaran jenazah.

"Kami lah mewakili masyarakat semua," terang dia.

Setelah kembali, kemudian Tim Forensik melakukan disinfektan terhadap mobil ambulance yang sudah digunakan mengantar jenazah ke tempat pemakaman. Lalu, ruangan, dan diri sendiri juga dilakukan disinfektan. Hal ini dilakukan hanya untuk menjaga keadaan yang baik buat masyarakat semua.

"Kami juga punya keluarga. Kami berharap doa yang baik dari masyarakat, supaya kami tetap bisa menolong orang-orang yang memang membutuhkan kami," harap H.Indra Faisal.

Jangan khawatir, pesan H. Indra Faisal, takut ataupun menganggap jenazah yang Tim Forensik bawa dapat menyebarkan infeksi. "InsyaAllah apabila jenazah sudah di kemas dengan baik, tidak ada lagi faktor infeksius yang dapat menyebar ke diri kita, terlebih lagi pasien telah kami makamkan dengan layak. Karena setiap jenazah yang kita lakukan perawatan dikamar jenazah, Insyaa allah sudah safety buat kita semua," ucapnya.

Ayok, ajakan H.Indra Faisal kepada masyarakat untuk sama-sama berdoa, supaya pandemi yang sedang terjadi di negara ini khususnya didaerah Provinsi Kepri segera berlalu, dan tidak ada pendiskriminasian di tengah masyarakat. 

Tetap jaga kesehatan, kebersihan, menghindari kerumunan,berada di rumah lebih baik saat ini, jika memang harus keluar, gunakan masker dan jaga jarak.

"Kita dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, berkumpul bersama dengan kawan, saudara, keluarga dengan bahagia. Aamiin," harap dia lagi. (Ravi)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.