Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Perdana, RSUD Teluk Kuantan Sukses Lakukan Operasi Bedah Saraf Kraniektomi

Peristiwa,

Perdana, RSUD Teluk Kuantan Sukses Lakukan Operasi Bedah Saraf Kraniektomi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 31 Jul 2026 09:04
TELUKKUANTAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan mencatatkan sejarah baru dalam peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Untuk pertama kalinya, tim medis RSUD Teluk Kuantan berhasil melaksanakan operasi kegawatdaruratan bedah saraf berupa tindakan kraniektomi dekompresi pada pasien cedera kepala berat.

​Operasi CITO (darurat) tersebut dipimpin langsung oleh dokter spesialis bedah saraf, dr. Ricky Rusydi Satriawan, SE, Sp.BS, bersama tim yang terdiri dari dokter spesialis anestesi, dr. Benni Antomi, SpAn, perawat instalasi bedah (OK), serta tim ruang perawatan intensif (ICU) pada awal Juli 2026 lalu.


"Alhamdulillah, ini pencapaian yang membanggakan bagi kami. Operasi perdana ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi bukti nyata bahwa layanan Bedah Saraf kini bisa diakses langsung oleh masyarakat Kuansing tanpa harus dirujuk ke Pekanbaru," kata dr. Ricky, Kamis (30/7/2026) siang.

​dr. Ricky menjelaskan bahwa tindakan medis ini dilakukan terhadap seorang pasien laki-laki yang mengalami penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pemeriksaan klinis dan CT scan kepala menunjukkan adanya perdarahan otak yang luas, peningkatan tekanan dalam rongga kepala (intrakranial), serta fraktur pada tulang tengkorak.


​"Kondisi pasien saat tiba termasuk kegawatdaruratan bedah saraf. Jika tidak segera ditangani melalui tindakan CITO, risiko kematian sangat tinggi. Kraniektomi dekompresi ini adalah prosedur menyelamatkan nyawa dengan membuka sebagian tulang tengkorak untuk memberi ruang bagi otak yang membengkak," ujar dr. Ricky.

​Prosedur operasi berlangsung selama kurang lebih dua jam di ruang bedah RSUD Teluk Kuantan. Menurut dr. Ricky, tantangan terbesar dalam penanganan kasus kegawatdaruratan seperti ini terletak pada kecepatan pengambilan keputusan klinis guna mencegah kerusakan otak permanen.


​"Setiap menit sangat berharga. Kami harus bertindak cepat namun tetap menjaga presisi teknis saat evakuasi hematom (perdarahan) dan dekompresi, mengingat kondisi otak pasien yang sudah mengalami pembengkakan," jelasnya.

​Pascaoperasi, pasien sempat menjalani perawatan intensif di ICU dengan pengawasan ketat, meliputi pemantauan tekanan intrakranial, pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit, hingga pencegahan komplikasi infeksi. Setelah kondisi neurologisnya stabil, pasien dilanjutkan dengan program rehabilitasi medik.

Saat ini pasien dilaporkan telah pulih, dapat beraktivitas kembali, dan menjalani kontrol rutin rawat jalan. Rencana operasi tahap kedua (kranioplasti) untuk mengembalikan tulang tengkorak akan dilakukan sekitar 1,5 bulan mendatang.


​Dukungan Fasilitas Canggih dan Pengembangan Layanan StrokeKeberhasilan operasi bedah saraf perdana ini tak lepas dari kesiapan sarana dan prasarana medis canggih yang kini dimiliki RSUD Teluk Kuantan. Direktur RSUD Teluk Kuantan, dr. Benni Antomy, menegaskan bahwa fasilitas rumah sakit saat ini sudah sangat siap untuk menangani kasus-kasus bedah saraf sekompleks ini.

​"Sarana dan prasarana kita sudah sangat mencukupi, instrumen bedah lengkap, dan kita didukung penunjang diagnostik CT Scan 128 Slice serta bor tulang kepala berteknologi canggih," ujar dr. Benni Antomy.

​Lebih lanjut, dr. Benni mengungkapkan bahwa manajemen RSUD Teluk Kuantan terus berkomitmen melakukan penguatan layanan neurologi dan bedah saraf secara berkelanjutan agar masyarakat Kuantan Singingi mendapatkan penanganan medis cepat tanpa terkendala jarak rujukan ke ibu kota provinsi.

​"Guna memperkuat layanan kesehatan saraf secara menyeluruh, kita juga memfungsikan Unit Stroke dengan kapasitas 20 tempat tidur serta melakukan penambahan dokter spesialis saraf," tambahnya.

​Keberhasilan operasi kraniektomi perdana ini menjadi tonggak penting bagi RSUD Teluk Kuantan. Kasus-kasus kegawatdaruratan bedah saraf yang sebelumnya wajib dirujuk ke Pekanbaru dan memakan waktu perjalanan kritis, kini sudah bisa dieksekusi secara cepat dan presisi di daerah sendiri. Dokter Benni menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi seluruh tim medis rumah sakit.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/perdana-rsud-teluk-kuantan-sukses-lakukan-operasi-bedah-saraf-kraniektomi.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki