Pertamina Sebut Distribusi Solar Di Riau Per 27 Maret Lebihi Kuota
Admin
Rabu, 30 Mar 2022 17:32
Hingga, Kamis (27/3) lalu, distribusi bahan bakar minyak (BBM) Biosolar bersubsidi di Riau sudah melebihi kuota dan sudah terealisasi sebesar 108,5 persen.
Section Head Communication dan Relation PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumbagut Agustiawan mengatakan, jumlah realisasi penyaluran Biosolar bersubsidi hingga, Kamis (27/3) itu mencapai 203.195 Kiloliter (Kl) dari kuota sebanyak 187.265 kiloliter.
Walaupun begitu Agus memastikan ketersediaan BBM subsidi jenis Biosolar dan penyaluran BBM berjalan dengan maksimal.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan panic buying. Beli lah BBM sesuai dengan kebutuhan, karena ketahanan stok jenis Solar secara nasional mencapai 20 hari," ujar Section Head Communication dan Relation PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumbagut Agustiawan kepada Tribun, Rabu (30/3).
Pertamina Patra Niaga bersama seluruh stakeholder dan Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai regulasi yang telah dibuat mengenai penyaluran Solar subsidi.
"Untuk pelaku industri dan masyarakat mampu kami imbau agar menggunakan BBM diesel non subsidi yakni Dexlite dan Pertamina Dex dan solar subsidi bisa digunakan oleh saudara-saudara kita yang lebih berhak dan membutuhkan," ungkapnya.
Mengacu pada Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, pengguna yang berhak atas Solar subsidi untuk sektor transportasi adalah kendaraan bermotor plat hitam untuk pengangkut orang atau barang, kendaraan layanan umum (ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah), kapal angkutan umum berbendera Indonesia, kapal perintis, kereta api penumpang umum dan barang, kendaraan bermotor plat kuning kecuali mobil pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda lebih dari enam.
Untuk itu, Pertamina Patra Niaga akan terus menggandeng masyarakat, Pemerintah, dan seluruh pihak terkait dalam pengawasan Solar subsidi agar lebih tepat sasaran.
"Jika ada indikasi penyalahgunaan Solar subsidi masyarakat dapat melaporkan langsung ke aparat, dan jika kesalahan ada di pihak SPBU, Pertamina juga tidak segan akan menindak SPBU tersebut," tegas Agus.