Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pesan Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas: Mah Saya Sudah di Stasiun

Peristiwa

Pesan Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas: Mah Saya Sudah di Stasiun

Senin, 19 Nov 2018 14:08
Merdeka.com
BOGOR - Adik Kandung Abdullah Fitri Setiawan, Muhammad Ali Ramdoni mengatakan, korban terakhir melakukan komunikasi dengan istrinya pada Jumat (16/11) lalu. Abdullah alias Duffi sapaan akrabnya tewas ditemukan di dalam drum plastik berwarna biru pada Minggu (18/11) di Kawasan Industri Kembangkuning, Kampung Narogong, RT 10, RW 03, Desa Kembangkuning, Kecamatan KlapaNunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"WhatsApp terakhir yang disampaikan kepada istrinya dan diliatkan ke kami dan pihak kepolisian bahwa beliau bilang 'mah saya sudah di stasiun, mobil di parkir. Mana? Rawa Buntu'. Itu hari jumat jam setengah 10 atau jam 10 pagi. Sempet komunikasi terakhir, nah itu sudah tidak ada lagi setelah itu," kata Ramdoni kepada wartawan, Senin (19/11).

"(Kondisi dalam berangkat kerja) iya betul," tambahnya.

Dia pun menjelaskan, korban sehari-hari berangkat bekerja menggunakan kereta listrik. Dari rumah, korban mengendarai mobilnya kemudian diparkirkan di Stasiun Rawa Buntu.

"Sejak beliau di Beritasatu itu sudah naik KRL dari kediaman di Stasiun Rawa Buntu atau Serpong. Jadi mobil ditinggal di sana, kadang suka naik motor juga. Tergantung kondisinya, ah mau naik KRL saja naruh di parkiran," jelasnya.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan di mobil milik korban yang terparkir di Stasiun Rawa Buntu. Sebab, polisi saat menemukan jasad korban tak menemukan identitas milik korban.

"Izin terakhir, komunikasi terakhir dengan istrinya bahwa dia mau ke kantor naik KRL. Mobil diparkir di stasiun Rawa Buntu. Sampai saat ini masih dalam pelacakan dari kepolisian dari keberadaan mobil itu. Karena almarhum saat ditemukan tidak membawa identitas apapun. Bersih semua hanya jasad," ungkapnya.

Tewasnya Duffi yang ditemukan di dalam drum plastik berwarna biru meninggalkan enam orang anak dan satu isteri. "Beliau meninggalkan seorang istri dan 3 orang putri dan 3 orang putra. Jadi anak pertamanya ini putri semua, yang terakhir putra semua," pungkasnya.

Sebelumnya, Sosok mayat laki-laki ditemukan di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11). Mirisnya, jasad korban berada di dalam drum plastik warna Biru.

Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, mayat tersebut ditemukan pertama kali pada Pukul 06.00 oleh pemulung berinisial SA (56).

"Ibu tersebut mendekati Drum Plastik berwarna Biru yang tertutup Rapat dan terikat oleh lakban hitam. Awalnya mengira bahwa tong plastik tersebut berisikan sampah. Namun setelah dibuka ibu pemulung tersebut kaget saat melihat bahwa di dalam drum plastik tersebut adalah sesosok Mayat," kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (16/11). 


(merdeka.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.