Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Polisi Ungkap Kasus Pencabulan Berantai Oleh Guru di Banjar

Peristiwa

Polisi Ungkap Kasus Pencabulan Berantai Oleh Guru di Banjar

detik.com
Rabu, 25 Sep 2019 13:37
detik.com
Banjar - Jajaran Satreskrim Polres Banjar menangkap HA (43) seorang oknum guru honorer agama di Sekolah Dasar (SD). Ia ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap 10 anak laki-laki di Kota Banjar, Jawa Barat. Tersangka ditangkap Minggu (22/9/2019) dan kini ditahan di Mapolres Banjar.

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan orang tua korban dua anak mengaku menjadi korban pencabulan oleh seorang anak berusia 11 tahun. Polisi kemudian menyelidiki dan mendalaminya, ternyata anak usia 11 tahun itu adalah korban dari pelaku anak usia 12 tahun.

"Setelah kita selidiki dan kita dalami, pelaku anak 12 tahun ini merupakan korban pencabulan HA. Tersangka merupakan guru honorer SD di daerah Pataruman," ujar Yulian di Mapolres Banjar, Rabu (25/9/2019).

Yulian menjelaskan, tersangka selain guru honorer juga memiliki konter HP di Pataruman, Banjar. Tersangka melakukan pencabulan di konter tersebut. Modusnya korban dibujuk, dipaksa dan diiming-iming bisa servis dan diberi HP gratis.

"Menurut pengakuan, HA ini juga sempat menjadi korban pencabulan saat usia SMA. Pelakunya itu masih orang dekat tersangka," katanya.

Setelah menjadi korban, tersangka ini baru menunjukkan perilaku menyimpang sekitar 2006. Sedangkan Tersangka diketahui melakukan pencabulan terhadap 10 anak laki-laki di Banjar dalam kurun waktu 2017-2019.

"Saat tersangka ditangkap, kami temukan dua anak dalam penguasaannya. Diduga anal itu jadi objek seksual tersangka," ucapnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 jo Pasal 76 E Undang-undang (UU) RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana diubah UU No 17 tahun 2016 jo UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga ancaman hukuman.

Sedangkan untuk tersangka anak 11 tahun dan anak 12 tahun, sesuai sistem peradilan anak, pihak kepolisian melakukan diversi dengan langkah rehabilitasi supaya tak mengulangi perbuatannya.

"Kekerasan seksual oleh orang terdekat ini seperti gunung es. Untuk mengatasinya kita butuh bergandengan tangan, tanggung jawab bersama," ucapnya.

Semua pihak harus waspada dan sama-sama mengatasi serta melakukan rehabilitasi dan langkah edukasi. Sebab, korban pencabulan tak menutup kemungkinan bisa menjadi pelaku pencabulan di masa datang.

"Anak atau korban ini bisa menjadi pelaku selanjutnya. Kajian-kajian psikologi sudah ada yang mengkaji seperti itu. Berharap kejadian ini yang terakhir. Kita harus melindungi generasi penerus bangsa," tuturnya.
Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 14:02

    Pee Wee Gaskins Resmi Gabung Wecord Evermore Indonesia, Fans Tak Sabar Album Baru!

    JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari skena musik Tanah Air. Band legendaris, Pee Wee Gaskins, resmi bergabung dengan Wecord Evermore Indonesia. Bergabungnya PWG menandai babak baru dalam pe

  • Minggu, 19 Apr 2026 14:00

    Madonna Tiba-Tiba Muncul di Panggung Sabrina Carpenter, Bikin Heboh Coachella 2026

    JAKARTA - Penampilan Sabrina Carpenter di Coachella 2026 semakin meriah karena adanya kejutan dari Madonna. Pasalnya, ratu pop dunia itu tiba-tiba muncul di panggung saat Sabrina Carpenter sedang

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:51

    Lisa BLACKPINK Tuai Reaksi Beragam usai Tampil di Coachella 2026, Kurang Persiapan?

    JAKARTA - Penampilan Lisa BLACKPINK di panggung Coachella 2026 kembali menjadi sorotan. Kali ini ia tampil mengusung konsep “Bad Angel” yang memicu perdebatan di kalangan netizen.Aksi panggun

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:49

    Mitos atau Fakta, Pasien Diabetes Tak Boleh Konsumsi Gula

    JAKARTA - Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024 mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:47

    Apakah Suntik Campak Bikin Demam?

    JAKARTA - Apakah suntik campak bikin demam? Kondisi demam setelah vaksin campak termasuk dalam salah satu efek samping.Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.