Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Positif Narkoba, Dokter Mata di RS SMEC Pekanbaru Masih Beraktifitas

Positif Narkoba, Dokter Mata di RS SMEC Pekanbaru Masih Beraktifitas

Laporan : Jonathan Surbakti
Kamis, 18 Jan 2018 11:40
Jonathan Surbakti
RS Sumatera Eye Centre (SMEC) Pekanbaru
PEKANBARU - Fheryanto, seorang dokter mata di RS Sumatera Eye Centre (SMEC)  Pekanbaru ini dinyatakan positif narkoba saat terjaring razia beberapa hari lalu.

Namun, Fheryanto masih terlihat bertugas seperti biasa seakan-akan tidak ada kejadian apa - apa, sehingga proses penegakan hukum dan sikap RS SMEC Pekanbaru masih mengizinkanya bertugas jadi pertanyaan dikalangan masyarakat luas.

Muhammad Adil, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau ketika diminta tanggapannya, Rabu 17/1/18 mengaku sangat menyesalkan atas kejadian itu.

Menurut Politisi Partai Hanura ini, peran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sangat dibutuhkan untuk mengambil sikap atas pelanggaran etika seorang dokter yang dilakukan Fheryanto.

"Didalam masalah ini, tentunya merupa kewajibanya IDI yang bertanggungjawab. Oleh karena itu, semestinya dicabut ijin praktik oknum dokter itu," ungkap Wakil ketua Komisi E DPRD Riau ini.

Terkait masih beraktifitasnya oknum dokter di RS SMEC Pekanbaru ini, Komisi E DPRD Riau yang membidangi atau mitra Dinas Kesehatan meminta lembaga terkait bersikap tegas.

"Karena, kalau dibiarkan bertugas seperti biasanya, tentunya bisa berdampak fatal pada pasien yang ditanganinya. Maka, diminta IDI mencabut ijin," sebutnya.

Senada dengan Muhammad Adil, Tauffik Arrakhman selaku Wakil ketua Komisi A DPRD Riau juga sangat menyesalkan atas tingkah oknum dokter pengkonsumsi narkoba itu. Hal ini, jelas tidak dibenarkan. Tapi, yang disesalkan sikap penegak hukum yang seakan membiarkanya.

"Harusnya itu, jika memang telah ada bukti hasil yang menyatakan positif narkoba. Tentunya disikapi dengan upaya hukum. Sehingga, ke depan tidak terulang hal yang sama seperti ini. Sebab, kalau dibiarkan masih beraktifitas. Maka ada sanksi hukum," katanya.

Disinggung kemungkinan hearing dengan instansi terkait, menyikap permasalahan oknum dokter ini,  Muhammad Adil maupun Tauffik Arrakhman, mengatakan, berhubung ini masalah dua sisi (hukum dan kesehatan, red). Maka ini dijadwal  hearing akan lintas komisi. (jon)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 14:45

    Pelaku Pembunuhan di Sungai Sembilan Dumai Ditangkap, Sebelum Cekcok Minum Tuak Bersama Korban

    DUMAI â€" Polsek Sungai Sembilan Polres Dumai bersama tim gabungan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan korban Suyetno (41) meningga

  • Senin, 22 Jun 2026 14:43

    Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Mantan Bupati Rohil Diperiksa Polda Riau

    PEKANBARU - Afrizal Sintong yang merupakan mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil), hari ini diinformasikan menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. Informasinya, ia diperiksa atas dugaan tindak pidana korups

  • Senin, 22 Jun 2026 13:49

    Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun

    PEKANBARU-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Kota Pekanbaru tahun ajaran 2026/2027 dimulai Senin (22/6/2026) pukul 00.00 WIB besok. Ada 51 SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang akan menampung

  • Senin, 22 Jun 2026 13:46

    Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te

  • Senin, 22 Jun 2026 13:43

    Riau Kaya Raya, PAD Tinggal Sisa: Bocor di Mana?

    Di atas kertas, Provinsi Riau adalah salah satu wilayah terkaya sumber daya di Indonesia. Hamparan kebun sawit mencapai jutaan hektare, pabrik beroperasi siang-malam, dan arus logistik tak pernah bena

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.