Peristiwa
RSUD Terkendala Rekrut Dokter Spesialis
Laporan: Afdal Aulia
Kamis, 22 Sep 2016 16:06
BENGKALIS -RSUD Bengkalis Bengkalis terus melakukan upaya peningkatan pelayanan , termasuk menambah tenaga dokter spesialis. Namun upaya tersebut masih terkendala dengan sulitnya merekrut ataupun meminta dokter spesialis untuk bertugas di RSUD Bengkalis.
Manajemen RSUD pun sudah melakukan permintaan dokter spesialis yang dibutuhkan ke sejumlah perguruan tinggi terkemuka, namun belum ada jawaban yang menggembirakan.Dan saat ini RSUD Bengkalis kembali harus kehilangan sejumlah tenaga dokter spesialis yang telah habis kontrak, dan menolak untuk memperpanjang masa kerja di RSUD Bengkalis.
Plt Direktur RSUD Bengkalis H Zulfan Herri saat dihubungi membenarkan dilema ini. Di satu sisi pihaknya kata Zulfan, ingin memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis, namun faktanya sangat sulit untuk meminta dokter spesialis bertugas di Bengkalis. Bahkan yang sudah bertugaspun tidak mau memperpanjang lagi kontrak kerjanya.
"Saat ini sejumlah dokter spesialis sudah habis kontrak kerjanya, diantaranya dokter spesialis jantung dan dokter spesialis tulang (ortophedic). Namun mereka menolak untuk memperpanjang kontrak kerjanya,"jelas Zulfan.
Pihaknya kata Zulfan sangat memaklumi keberatan dokter spesialis bertugas di Bengkalis. Kondisi pulau Bengkalis yang hanya ada satu rumah sakit, membuat mereka hanya terfokus praktek di RSUD. Kondisi ini otomatis berpengaruh pada penghasilan mereka.
"Kalau mereka bertugas di luar Bengkalis, mereka bisa dinas di beberapa rumah sakit. Sementara di pulau Bengkalis tidak ada rumah sakit lain selain RSUD. Dengan sendirinya penghasilan mereka hanya dari kontrak dengan RSUD saja. Sementara praktek pribadi yang mereka buka, juga sepi pasien, karena masyarakat lebih memilih berobat ke RSUD yang notabene gratis, ketimbang ke dokter praktek yang jelas bayar,"kata Zulfan.
Namun kekurangan dokter spesialis, RSUD tetap terus berupaya meningkatkan pelayanan. "Kalau pasien memang harus ditangani dokter jantung misalnya, sementara dokter jantung tidak ada di Bengkalis, kita bisa rujuk ke RSUD Arifin Ahmad bagi pasien Jamkesmas dan beberapa rumah sakit swasta di Pekanbaru bagi pasien BPJS secara gratis,"ungkap Zulfan.
Disebutkannya pula dalam waktu dekat akan ada penambahan dokter spesialis yakni dokter spesialis bedah syaraf dan spesialis rehabilitasi. "Mudah-mudahan kekurangan dokter spesialis ini bisa dapat tertanggulangi,"ucapnya lagi.(afd)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani