Selasa, 21 Apr 2026
Sebanyak 692.120 Jiwa Penduduk Rohul Akan Disensus Online
Laporan : Fahrin Wawuru
admin
Kamis, 20 Feb 2020 11:56
Fahrin
ROKAN HULU - Hasil proyeksi Badan Pusat Stastik (BPS) tahun 2019, data Penduduk Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau yang akan disensus secara online ditahun 2020 ini sebanyak 692.120 jiwa.
Demikian Kepala BPS Rokan Hulu Ari Prasetyo menjawab Konfirmasi reperter media ini Rabu, (19/2) malam melalui pesan WhatsApp nya, katanya, jika melihat data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Rokan Hulu bisa lebih rendah.
"Hasil Proyeksi Kami di tahun 2019 sebesar 692.120 jiwa. Jika melihat data Disduk Capil Rokan Hulu Bisa lebih rendah," tulis Kepala BPS Rokan Hulu Ari Prasetyo.
Lanjutnya, tentang sensus penduduk secara online yang sedang berlangsung sejak tanggal 15 Februari 2020, pihaknya terus melakukan sosialisasi di seluruh instansi pemerintah, perusahaan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, berharap pendataan sesuai target BPS Pusat selesai akhir bulan Maret 2020 ini.
Ditanyakan berapa petugas dari BPS Rokan Hulu yang melakukan sensus ?, Jawab Ari, Untuk Sensus Penduduk Online BPS tidak mempergunakan petugas Pak.
"Sensus Penduduk Online merupakan sensus penduduk yang melibatkan peran aktif masyarakat Umum, sehingga untuk tahapan ini tidak melibatkan petugas dari luar. hanya organik BPS yang melakukan sosialisasi baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan," jelas Kepala BPS Rokan Hulu.
Kepala BPS Rokan Hulu sangat berharap, ada peran serta aktifnya masyarakat yang sudah miliki data kependudukan, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) Elektronik, bisa langsung mendaftar dan mengecek di website BPS yang ada dibantu petugas BPS Rokan Hulu
"Pengisian dan pengecekan, dari sensus online dapat dilakukan melalui laman https://sensus.bps.go.id/," tuturnya.
Sementara itu, ditanya tentang pembiayaan program pemerintah pusat ini, apa benar dananya dari APBN tahun 2020 sebesar Rp 14.000/ orang sesuai beberapa berita nasional ?
Jawab Ari, kalau melihat dari berita ini, sebetulnya, Bapak Deputi BPS Pusat sedang membandingkan biaya sensus penduduk di Australia dengan Indonesia.
"Beliau Deputi BPS Pusat red. menyatakan kalau biaya sensus penduduk di Indonesia yang didanai APBN lebih murah dengan rata-rata 14 000 rupiah per kepala jika dibandingkan dengan biaya di Australia yang 1,4 juta per kepala"
"Tapi biaya tersebut tidak bisa di pukul rata perwilayah, karena tergantung situasi dan kondisi.
Untuk Rokan Hulu belum bisa di hitung Pak, karena masih ada penyesuaian dari pusat, dan baru akan fix di semester 1 setelah revisi DIPA," pungkasnya.
Untuk diketahui, ada dua sistim program ini yakni, metode yang telah dimulai adalah sensus online. Sementara, untuk sensus offline akan dilaksanakan pada Juli 2020 mendatang," pungkasnya.
Keduanya diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri.
Sensus ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun di Indonesia. (Fah).
komentar Pembaca