Selasa, 21 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Sembilan Belas Orang Terjaring OTT Lombok Barat, Mendagri Sampaikan Keprihatinan

Peristiwa,

Sembilan Belas Orang Terjaring OTT Lombok Barat, Mendagri Sampaikan Keprihatinan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 21 Jul 2026 10:57
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat publik di daerah. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, terjaring penindakan lembaga antirasuah tersebut, Senin (20/7/2026).

Dalam operasi mendadak di pagi hari itu, tim penyidik mengamankan total 19 orang dari berbagai pihak. Keseluruhan individu yang ditangkap, termasuk Lalu Ahmad Zaini, saat ini menjalani proses hukum dan berstatus sebagai terperiksa. Peristiwa penangkapan ini langsung memicu reaksi dari pemerintah pusat yang selama ini berupaya membangun tata kelola pemerintahan bersih dan bebas rasuah.


Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyoroti tajam insiden penangkapan kepala daerah yang terus berulang. Mengutip laporan dari kantor berita Antara, Selasa (21/7/2026), dugaan korupsi yang kembali menyeret pemimpin daerah memunculkan kekecewaan mendalam, mengingat berbagai langkah preventif telah dijalankan secara maksimal.

"Saya prihatin," ujar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.


Pemerintah pusat sebenarnya tidak tinggal diam dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang. Upaya pencegahan sudah dilakukan sejak awal seorang kepala daerah resmi dilantik dan menduduki jabatannya. Langkah tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan program retret khusus bagi para pemimpin daerah.

"Karena kepala daerah kita sudah berikan retret, kemudian kasih pembekalan awal," jelasnya.

Selain pembekalan secara moril dan administratif, pemerintah terus mendorong pembenahan struktural. Sistem keuangan di tingkat daerah telah dirancang agar jauh lebih transparan dan mudah diawasi. Proses pembinaan secara berkelanjutan juga tidak pernah berhenti dilakukan.

Namun, rangkaian sistem pencegahan tersebut tampaknya belum sepenuhnya mampu membendung niat koruptif. Pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan kepala negara untuk memberikan arahan langsung nyatanya belum menjadi jaminan bersihnya sebuah birokrasi pemerintahan daerah dari jerat kasus korupsi.

"Pernah dikumpulkan juga oleh Presiden di Sentul, masih terjadi juga,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/sembilan-belas-orang-terjaring-ott-lombok-barat-mendagri-sampaikan-keprihatinan.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki