Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Surat Perpisahan Bocah SD di NTT Jadi Alarm Keras Kegagalan Perlindungan Anak

Peristiwa

Surat Perpisahan Bocah SD di NTT Jadi Alarm Keras Kegagalan Perlindungan Anak

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 05 Feb 2026 09:54
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Tragedi bunuh diri seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu reaksi keras dari parlemen. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai peristiwa memilukan ini merupakan alarm keras bagi pemerintah untuk membongkar ulang kebijakan perlindungan anak dan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Singgih menyebut adanya celah besar dalam sistem perlindungan sosial yang membuat anak-anak dari keluarga rentan luput dari perhatian. "Memang ini yang sangat memprihatinkan ya, jadi itu kita harus evaluasi total," tegasnya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (4/2/2026).

Kritik tajam diarahkan pada efektivitas bansos yang selama ini digulirkan. Singgih menengarai bantuan pemerintah seringkali tidak tepat sasaran dan gagal menyentuh kebutuhan spesifik anak-anak dari keluarga miskin. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian PPPA dan Kementerian Kesehatan, harus segera diperkuat.

"Mungkin hal yang memang kita evaluasi nanti misalkan kebijakan untuk bansos itu bagaimana, apakah perlu ada perubahan dalam bentuk pemberiannya, karena kadang-kadang bansos itu salah sasaran juga," ungkap Singgih.

Peristiwa ini mengungkap sisi gelap kemiskinan di pelosok NTT. Korban merupakan anak dari seorang ibu tunggal, MGT, yang bekerja serabutan sebagai petani demi menghidupi lima orang anak. Selama ini, korban tinggal bersama neneknya sementara sang ibu berjuang mencari nafkah.

Tragedi ini memuncak saat bocah malang tersebut meninggalkan sepucuk surat perpisahan sebelum mengakhiri hidupnya. Dalam surat yang ditulis untuk ibunya, korban meminta agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya.

"Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama menangis dan mencari saya. Selamat tinggal Mama," tulis korban dalam surat yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Singgih mengakui bahwa kasus ini menunjukkan adanya persoalan sosial yang selama ini berada di luar prediksi pemerintah. Ia mendesak agar bantuan kedepannya tidak lagi bersifat umum, melainkan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan mental anak di lingkungan keluarga kurang mampu. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.