Selasa, 21 Apr 2026

Tentang Ular Sanca yang Telan Wanita Bulat-bulat

Sumber : Detik.com
Sabtu, 16 Jun 2018 11:17
(Dok. Istimewa)
Warga Muna menangkap ular sanca yang memakan wanita.
Jakarta - Seekor ular sanca menelan bulat-bulat seorang warga Desa Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, bernama Wa Tiba (54). Peristiwa ini pun bikin kaget dan menimbulkan banyak pertanyaan terkait ular tersebut.

detikcom mencoba mengumpulkan data terkait jenis ular yang menelan bulat-bulat korbannya itu. Salah satunya lewat penjelasan ahli herpetologi atau cabang zoologi yang mempelajari reptil dan amfibi, Amir Hamidy.

Ia menjelaskan ular yang punya nama Latin Python reticulatus ini merupakan salah satu spesies ular terbesar dan terpanjang di dunia. Besarnya hanya bisa disamai oleh anaconda.

"Jenisnya itu sanca batik ya. Kemudian nama Latin-nya, Python reticulatus. Untuk jenis ini, memang ular yang terbesar dan terpanjang di dunia. Terbesarnya mungkin anaconda bisa menyamai, tapi kalau terpanjang itu adalah Python reticulatus ini," kata Amir, yang juga menjabat Kepala Laboratorium Herpetologi Puslit Biologi LIPI, Jumat (15/6/2018) malam.

Menurutnya, panjang ular itu bisa mencapai 8-9 meter di alam liar. Ia mengatakan ular ini tersebar di berbagai tempat di Asia Tenggara.

"Ular ini distribusinya itu cukup luas dari wilayah Asia Tenggara. Vietnam bagian selatan sampai ke wilayah Indochina, Thailand, Malaysia, sampai wilayah Indonesia. Memang di Indonesia itu wilayahnya paling luas sendiri. Wilayah persebaran Python reticulatus ini mulai dari Sumatera sampai ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai ke Halmahera sana," ujarnya.

Selain dari Amir, detikcom melihat data soal ular ini dari https://www.reptile-database.org/ yang menjadi acuan bagi data tentang reptil di dunia. Dalam situs itu, ular ini disebut sebagai Malayopython reticulatus.

Terdapat keterangan yang menyebut ular ini banyak dieksploitasi untuk keperluan komersial. Menurut situs tersebut, dari tahun 2000 hingga 2007, Malaysia dan Indonesia mengekspor 1.246,03 dan 1.241.076 ular piton liar, masing-masing hanya untuk industri fashion.

Di situs ini terdapat nama jenis ular yang menjadi sinonim Malayopython reticulatus, seperti Boa reticulata dan Python reticulatus saputrai.

Untuk wilayah persebarannya di Indonesia juga dirinci secara lebih spesifik, yakni Ambon, Pulau Anambas, Banda Besar, Borneo, Buru, Flores, Halmahera, Jawa, Krakatau, Lang, Lombok, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Natuna, Nias, Kepulauan Riau, Seram, Simeulue, Sulawesi, Sumatera, dan daerah lainnya. Situs ini juga menyebut Python reticulatus pernah terdokumentasi membunuh harimau hingga buaya. (***)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.