Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran

Peristiwa

Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran

Rabu, 14 Nov 2018 10:53
Detik.com
Tasikmalaya - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian Reni Hermawati (22) warga Pangandaran diduga hanyut arus air saat menerobos banjir, Selasa (13/11/2018). Sebanyak 50 orang dari Tagana, Basarnas, TNI AL, Satuan Polair Polres Ciamis dan warga diterjunkan melakukan pencarian.

Insiden hilangnya Reni terjadi di Jalan Raya Pangandaran, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin malam (12/11/2018). Saat hujan deras mengguyur wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Diduga korban hilang karena sebelumnya telah ditemukan sepeda motor honda revo hitam tergeletak dalam kondisi rusak.

"Hari kemarin sudah melakukan pencarian sampai sore tapi belum ada hasil, hari kedua Tim gabungan ada 50 orang, sekarang kami melakukan penyisiran sepanjang jalur sungai dan sekitar emplak," ujar Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana saat dihubungi detikcom Rabu (14/11/2018).

Dalam melakukan pencarian, Selasa (13/11/2018), Tim gabungan baru hanya menemukan id card korban dan sebuah helm yang diduga milik korban. Jarak temuan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Id card tersebut tercantum nama korban yang merupakan pegawai salah satu perusahaan permodalan (PNM) di Padaherang.

"Sebelumnya sudah ditemukan sepeda motor milik korban sekitar 200 meter dari lokasi korban diduga jatuh saat menerobos arus air turun dari bukit menggenangi jalan," jelas Nana.

Nana menerangkan, pencarian korban terkendala dengan medan yang cukup berat. Meski tergolong sungai kecil, namun di sepanjang aliran terdapat tiga titik air terjun di lahan milik perhutani tersebut. Longsoran bekas kayu juga menghantui para pencari korban karena sewaktu-waktu bisa menimpa tim.

"Medan sangat sulit. Ini termasuk sungai kecil, hanya saat kejadian volume air naik karena hujan. Sekarang air sudah normal. Kami melakukan pencarian dengan berjalan kaki," terang Nana.

Menurut Nana, kemungkinan korban selamat masih 50:50, karena saat kejadian arus air cukup deras. Korban bisa saja terbawa hanyut sampai bagolo hingga muara pertemuan sungai dan laut.

"Pencarian kemungkinan dilakukan sampai sore, mudah-mudahan hari ini bisa membuahkan hasil," pungkasnya.


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.