Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tulang Kaki Bergelantungan di Pohon Kulim, Merinding, Petani di Pelalawan Temukan Tengkorak Manusia

Tulang Kaki Bergelantungan di Pohon Kulim, Merinding, Petani di Pelalawan Temukan Tengkorak Manusia

Admin
Jumat, 16 Sep 2022 16:16
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN - Seorang petani di Desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan menemukan tengkorak manusia di kebun pada Kamis (15/9/2022).

Bahkan terlihat tulang kaki begelantungan di ayunan kain yang dipasang di poho kulim di kebun tersebut.

Informasi itu langsung beredar luas dan menggegerkan masyarakat sekitar.

Tulang belulang manusia itu ditemukan pertama kali oleh warga bernama Kadar (50) yang tinggal di Desa Pesaguan, Pangkalan Lesung.

Penemuan itu dilaporkan aparat desa dan ke Polsek Pangkalan Lesung.

Kemudian personil polisi turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap tukang belulang itu. Saat ditelusuri akhirnya identitas korban terungkap.

"Korban bernama Ali Akbar, jenis kelamin laki-laki dan usianya 35 tahun. Yang bersangkutan merupakan warga Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung," terang Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK melalui Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Liston Sihombing, Jumat (16/9/2022).

Berdasarkan penuturan saksi Kadar kepada polisi, awalnya ia pergi ke Kebun Tua Desa Pesaguan sekitar pukul 12.00 WIB.

Ia hendak mencari kulit asam kandis di dalam kebun. Setelah menyusuri perladangan itu, akhirnya ia menjumpai pohon kulim.


Namun ada benda yang menarik perhatiannya dan saat didekati ternya tengkorak kepala manusia.

Di sekitar tengkorak itu terlihat gumpalan hitam bekas pembusukan mayat yang berserakan di tanah.

Ia kemudian melihat ke atas pohon kulim itu dan melihat ada tempat tidur yang terbuat dari kain mirip ayunan yang bergantung.

Bahkan Kadar juga menemukan tulang kaki manusia yang masih bergelantungan di ayunan di atas pohon tersebut.

Kadar menghuni temannya Rasyid (43) dan Alias Saleh (35) untuk melaporkan temuan tukang belulang manusia itu.

"Mereka kemudian melapor ke kita untuk memastikan tulang belulang itu milik manusia atau bukan. Kita turun ke lokasi dan melakukan pengecekan," tambah Kapolsek Liston Sihombing.

Setelah personil polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata benar tengkorak itu merupakan manusia yang telah meninggal beberapa lama.

Sekitar pukul 14.00 wib Unit Identifikasi Polres Pelalawan sampai di TKP dan menemukan tulang manusia yang sudah terpisah dan berserak di beberapa tempat di dekat lokasi penemuan tengkorak kepala.

Pencarian identitas korban terungkap dari sendal yang didapat di lokasi tulang belulang itu.

Seorang warga bernama Syarifah mengenali sendal tersebut milik adiknya bernama Ali Akbar.

Dari keterangan keluarga, korban Ali Akbar mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selama ini.

Korban memang sering jalan-jalan sendiri, tetapi masih pulang ke rumah.

"Namun sekitar 3 bulan yang lalu korban pergi dari rumah dan tidak pulang lagi ke rumah. Keluarga sudah mencari ke tempat-tempat dimana korban biasa jalan," tambah AKP Liston Sihombing.

Korban juga sering bermain ke kebun tua tempat penemuan tulang belulangnya, namun saat dicari sebelumnya tidak ketemu.

Bantal dan tempat tidur diambil dari sebuah pondok kebun warga. Kemudian Tim Identifikasi mengumpulkan tulang belulang dan membawanya ke Puskesmas Pangkalan Lesung lalu menyerahkan kepada pihak keluarga.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.