Jumat, 17 Jul 2026
Turut Hadir Salurkan Sembako ke Warga, Bupati Banyuwangi Ingin Berikan Spirit
admin
Jumat, 17 Apr 2020 10:02
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam beberapa hari sejak pekan kemarin, turut aktif ke lapangan untuk membagikan bantuan sembako lewat program gotong royong jaring pengaman sosial. Anas mengatakan, kehadirannya di lapangan ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir memberikan dukungan, spirit kepada masyarakat selama menghadapi wabah virus corona (Covid-19).
"Ini bukan soal membagikan berasnya, kalau membagikan beras sih saya bisa mewakilkan siapapun. Tapi memberikan dukungan spirit kepada warga. Makanya kita turun," ujar Anas saat penyerahan bantuan sembako di Kecamatan Licin, Kamis (16/4).
Anas pun memberi contoh seperti kepala daerah lain yang juga aktif turun ke lapangan, memberikan dukungan dan edukasi. Menurutnya dalam kondisi saat ini, pemimpin perlu hadir di masyarakat memberi dukungan.
"Kita lihat Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) hampir setiap hari ke lapangan.
Dengan hadirnya kita, masuk ke kampung-kampung bersama TNI Polri, ini memberikan dukungan bahwa rakyat bersama para pemimpinnya, dan kita ingin memberi dukungan," jelasnya.
Saat menemui masyarakat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Anas menyalurkan program jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Kawasan yang berada di jalur pendakian Gunung Ijen tersebut, banyak usaha masyarakat di sektor pariwisata terdampak.
"Hari ini kita salurkan ke sektor pariwisata yang terdampak, ada yang penjaga homestay, tukang sapu di rest area, yang jualan di rest area, sopir jeep, tropper dan sebagainya," tambahnya.
Saat menemui masyarakat di kantor Desa Tamansari, Anas menyampaikan beberapa pesan agar saling mendukung upaya pemutusan rantai virus corona. Setiap warga yang datang dari luar daerah atau pulang kampung, wajib mengkarantina diri di rumah atau di rumah isolasi yang disediakan pemerintah desa. Saat ini sudah terdapat 216 rumah Isolasi di desa desa dengan 800 bed.
"Jika ada orang mudik, wajib mengkarantina mandiri selama 14 hari atau di ruang isolasi yang disiapkan desa. Hanya ini desa yang bisa menyelamatkan desanya. Jangan sampai desa kena wabah hanya karena ada orang dari luar daerah ke tempat ini," ujarnya.
Sementara menghadapi lebaran Idul Fitri yang biasa menjadi momen mudik, pihaknya sedang memikirkan langkah agar warga disiplin isolasi diri dan menahan tidak mudik.
"Kita juga lihat homestay yang disiapkan untuk ruang isolasi. Tapi sebagian besar H-7 lebaran. Nah ini saya pikir menjadi PR kita bersama, TNI Polri kalau sampai (pemudik pulang kampung) keliling silaturahmi repot, maka perlu pemahaman bagaimana isolasi diri di tempat mereka tidak perlu keliling," ujarnya.
"Tapi saya kira gotong royong masyarakat tumbuh, ada masker dan sebagainya," tambahnya.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca