Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Update Kepala Bayi Putus Saat Persalinan di Riau Berakhir Damai, Hidrosefalus, Jantung Tak Berdetak

Update Kepala Bayi Putus Saat Persalinan di Riau Berakhir Damai, Hidrosefalus, Jantung Tak Berdetak

Admin
Sabtu, 03 Sep 2022 09:20
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Update insiden putusnya kepala bayi saat persalinan di Riau tepatnya di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan berakhir damai antara pihak keluarga pasien dan puskesmas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak selaku pihak yang menaungi Puskesmas Gajah Mada.

Dinkes Inhil pun memberikan klarifikasinya terkait insiden yang menghebohkan masyarakat khususnya di Kabupaten Inhil, setelah bayi lahir dengan kondisi kepala yang tertinggal saat persalinan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan

“Selaku Kepala Dinkes Inhil, saya turut berbelasungkawa terhadap keluarga pasien. Peristiwa itu sudah di mediasi antara pihak Puskesmas dan keluarga Pasien, Alhamdulillah kami sama-sama sudah saling memahami satu sama lain (Damai),” ungkap Kepala Dinkes Inhil, Rahmi Indrasuri, Jumat (1/9/2022).

Menurut Rahmi sapaan akrabnya, penanganan terhadap pasien di UPT Puskesmas Gajah Mada tersebut sudah ditangani seperti pasien lainnya, meskipun ada insiden yang tidak diinginkan.

“Insiden tersebut sama-sama diketahui terdengar memang mengejutkan, namun perlu untuk digarisbawahi bahwa kejadian ini pihak puskesmas sudah melakukan penanganan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelas Rahmi.

Rahmi menjelaskan, pada kasus ini bidan yang melakukan pemeriksaan mendapati posisi janin sungsang dan Denyut Jantung Janin (DJJ) tidak ada, maka janin dinyatakan Intrauterine Fetal Death IUFD (IUFD).

“ Bidan yang bertugas mengambil pilihan untuk menyelamatkan nyawa si ibu,” ujarnya.

“Pihak keluarga korban sudah menganggap bahwa insiden tersebut tanpa disengaja oleh pihak medis, karena sesuai USG bayi di diagnosa hidrosefalus,” imbuh Rahmi.


Rahmi menambahkan, tugas tenaga medis itu berat, apalagi menangani orang melahirkan, di mana ada dua nyawa yang harus ditolong.

Dengan adanya jalan mediasi seperti ini, Rahmi berharap tenaga medis kembali percaya diri untuk bertugas membantu masyarakat.

Begitu juga terhadap keluarga pasien, diharapkan segera pulih dan cepat beraktivitas seperti biasa serta tidak terus dirundung kesedihan.

“Semoga pihak keluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Percayalah dengan niat yang baik tetap akan mendapatkan kebaikan,” ujarnya.

“ Selanjutnya kami dari pihak kesehatan tetap akan terus memberikan pemeriksaan, pemantauan terhadap pasien selama masa nifas ini,” pungkas Rahmi Indrasuri.

Bikin Geger

Sebelumnya, masyarakat Tembilahan Kabupaten Inhil Riau digegerkan dengan insiden putusnya kepala bayi saat persalinan yang menimpa pasangan Nova dan Khaidir.

Pada awalnya Nova mengalami pecah air ketuban sehingga dibawa untuk menjalani proses persalinan di UGD Puskesmas Gajah Mada, Jumat (26/8/2022) malam.

Setibanya di Puskesmas Nova langsung ditangani tenaga kesehatan, namun bayi yang dilahirkan justru tidak utuh alias putus di bagian kepala.

Insiden itu tentu saja membuat Nova dan suami kaget, akhirnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada untuk mendapat penanganan medis.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.