Warga Resah, Peningkatan Jalinsum Diseputaran Wilayah Kabupaten Bengkalis Ciptakan Kemacetan
Laporan : Erwin Fernando Nababan
Sabtu, 17 Nov 2018 20:46
BENGKALIS - Kondisi arus lalu-lalintas di beberapa titik di sepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum), tepatnya diseputaran wilayah Kabupaten Bengkalis, selalu macet dan menimbulkan keresahan masyarakat pengguna jalan Nasional. Baik warga lokal, maupun warga dari luar wilayah Kabupaten Bengkalis yang melintas di jalinsum tersebut.
Nada kekecewaan juga disampaikan oleh Saudara Erick Leo, salah seorang masyarakat pengguna jalan Nasional yang berprofesi sebagai supir truk ekspedisi Medan-Jakarta.
Saat bertemu dengan awak media Spiritriau.com di lapangan, tepatnya di Jalinsum Duri-Dumai atau Kulim KM 12, Erick Leo tersebut menyampaikan bahwa sejak. pagi ia mulai ikut antriannya.
"Kurang lebih sudah lebih 5 (lima) jamlah. Heran kali aku bang kalau melintas di Duri sampai ke perbatasan arah Pekanbaru, macetnya bisa pula berjam-jam lamanya. Padahal pembangunan bukan di sini saja, di daerah Ukui sana pembangunan juganya, tapi nggak parahlah macetnya,"cetus Erick Leo.
Sebelumnya, dari keterangan salah seorang pelaksana peningkatan jalinsum Duri Pekanbaru di wilayah Desa Pangkalan Libut Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, yakni dari pihak Perusahaan PT.Karya Bisa, Pendi, kepada Spiritriau.com beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa terkait pengaturan lalu-lintas sudah diserahkan pihak perusahaan kepada pihak masyarakat tempatan.
"Kita sudah serahkan kepada perwakilan masyarakat terkait pengaturan lalu-lintasnya. Dan di pintu 1 ada sebanyak 15 orang, dan pintu 2 ada 15 orang juga. Semua kita bayar gajinya. Namun berapa besaran gajinya, saya kurang tahu persis. Jelasnya, urusan lalu lintas sudah kita serahkan ke perwakilan masyarakat, "ujar Pendi saat itu.
Sementara terkait pengaturan lalu-lintas yang sudah diserahkan pihak perusahaan PT.Karya Bisa ke masyarakat, hal tersebut dibenarkan oleh Pak Tani Aleh, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Pangkalan Libut, ketika ditemui Spiritriau.com saat itu juga.
"Benar, pengaturan buka-tutup arus lalu-lintas sudah diserahkan perusahaan ke kami. Dan kami berkoordinasi dengan pihak petugas lalu-lintas. Dan terkait gaji, kami tidak ada gaji. Tapi dijanjikan akan di beri Rp.7 (tujuh) juta per bulan untuk kami semua petugas lalu lintas, "sebut Pak Tani Aleh saat itu. (win)
Peristiwa
Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan
Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu
JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Progra