Senin, 20 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Warga soal Nurhadi Pembunuh Dufi: Nggak Ada Sopan-sopannya

Peristiwa

Warga soal Nurhadi Pembunuh Dufi: Nggak Ada Sopan-sopannya

Kamis, 22 Nov 2018 16:47
Detik.com
Kontrakan M Nurhadi dan Sari tersangka pembunuhan Dufi di Bogor.
Bogor - M Nurhadi dan Sari, pasangan suami-istri (Pasutri) tersangka pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi dinilai masyarakat sekitar kurang bergaul. Nurhadi dinilai warga tidak sopan karena tidak pernah menegur.

"Nggak (Nurhadi tidak pernah negur warga sekitar). Nggak ada sopan-sopannya. Serem juga orangnya," kata Suroh, warga RT 01/04 di TKP pembunuhan, Jalan Swadaya Kampung Bubulak, RT3/4, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2018).

Suroh mengaku tidak mengenal pasangan pasutri itu. Pasutri itu baru 5 bulan di kontrakan itu.

Kontrakan yang ditempati Nurhadi dan Sari adalah kontrakan yang paling mahal di wilayah tersebut. Nurhadi dan Sari memiliki fasilitas AC sedangkan penghuni kontrakan lain tidak menggunakan AC.

"Kalau yang lainnya Rp 500 ribu tapi kalau (tersangka) dia agak mahalan, dia pakai AC sudah gitu di dalam dia ada kamarnya. (Harganya) Rp 700 ribu (perbulan) kalau nggak salah. AC itu baru kalau nggak salah AC dia," ungkap Suroh.

Suroh mengatakan Nurhadi dan Sari setiap pagi sering melewati rumahnya menggunakan sepeda motor. Namun pasutri itu tidak pernah menegur Suroh.

"(Tersangka) kurang tahu deh kerja apa. Pokoknya setiap pagi lewat dia boncengan sama istrinya naik motor," kata Suroh.

Selain Surah, Ipah pemilik warung di samping kontrakan pelaku menyebut sosok Nurhadi dikenal tidak pernah menegur tetangganya. Namun, Sari disebutnya masih suka menegur dan membeli kebutuhan pokok di warung miliknya.

"Kalau Sari suka negur saya, suka godain anak saya. Dia sering ke warung, belanja," kata Ipah.

Ipah juga tidak mengetahui pekerjaan Nurhadi maupun Sari. Dengan Sari, dia mengatakan hanya berhubungan sebatas penjual dan pembeli.

"Nggak pernah ngobrol apa-apa, paling seperlunya aja beli gitu terus candain berapa umur anaknya," kata Ipah.

Nurhadi dan istri ditangkap tim Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen, AKP Rovan Richard Mahenu dan AKP Resa D Marasabessy. Pelaku diringkus polisi di dekat tempat cucian motor 'Omen', Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 20 November 2018, pukul 14.30 WIB.



(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.