Politik
Ahok: Lawan tak bisa serang program, akhirnya lewat kepribadian
Jumat, 16 Des 2016 16:37
"Saya kira wajar-wajar saja ya kalau orang mau serang program tak bisa akhirnya nyerang kepribadian, kan ya," kata pria disapa Ahok di Rumah Lembang, Jakarta, Jumat (16/12).
Menurutnya, program dan visi-misi yang disampaikan berbeda dengan para pesaingnya. Apalagi dirinya sebagai calon petahana sudah melaksanakan program yang sudah disampaikan.
"Program sudah paparkan visi misi kamu lihat kita jelas beda. Itu saya bilang bukan akan-akan tapi kamu sudah kerjakan misal contoh kamu membuat program pengusaha 200 ribu orang dalam statistik keberhasilan menciptakan pengusaha di indonesia maupun di dunia maksimal 20 persen," ujar dia.
Contoh program yang sudah dilaksanakan, kata dia, warga Tambora yang sudah menjadi pengusaha konveksi karena diberikan modal alat mesin jahit. Selain itu, kata dia, saat ini warga rusun sedang dilakukan pelatihan pembuatan roti agar menjadi pengusaha.
"Sekarang latihan bikin roti di rusun, termasuk budi daya hanya satu orang yang berhasil di Kepulauan Seribu. Cetak pengusaha tak gampang, 5 persen saja tak apa-apa," kata dia.
Sebelumnya, Calon Gubernur DKI nomor urut 3, Anies Baswedan mengaku kesal dengan Ahok yang tak menjawab pertanyaan dalam acara debat di Kompas TV, malam kemarin. Salah satu pertanyaan Anies kepada Ahok adalah tentang wawancara live di Kompas TV bersama Aiman yang videonya sempat menyebar dan menjadi viral.
Dalam video tersebut, Ahok melontarkan banyak kata-kata yang tidak pantas. Anies menuntut penjelasan Ahok bagaimana menyampaikan hal tersebut kepada anak-anak, siswa dan orangtua. Tetapi, Ahok tidak memberikan penjelasan seperti yang diharapkan oleh Anies.
Mendapat pernyataan itu, Ahok malah bersyukur meskipun dirinya kerap berkomentar keras, tapi banyak sekolah yang melakukan kunjungan ke Balai Kota untuk bertemu dengan dirinya. Bahkan di berbagai kesempatan, anak-anak itu minta foto bareng.
Setelah acara usai, Anies mengungkapkan kekesalannya. "Saya sangat menyayangkan kenapa yang tayangan di Kompas TV tidak dijawab. Apa penjelasan kata-kata tersebut? Artinya kata-kata itu penting," kata Anies, Kamis (15/12).
Menurut Anies, percuma kalau sekadar kerja tetapi tidak menjawab apa yang ditanyakan.
"Kalau sekadar kerja aja enggak usah debat. Kata-kata itu penting, karena itu jangan remehkan tentang kata-kata," terangnya. (merdeka.com)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie