Maraknya Tudingan Bernuansa Politik
Amril : Biasalah, Inikan Tendisinya Politik Jelang Pilkada
laporan : Supriyanto
Jumat, 11 Sep 2015 09:30
Kampanye hitam yang diarahkan ke Amril Mukhminin adalah soal ijazah yang dipergunakan yang bersangkutan dalam mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon bupati saat ini. Menyikapi hal tersebut, Amril membantah keras kalau dirinya menggunakan ijzah palsu, terutama setingkat SMA.
"Saya sudah tiga periode di DPRD Bengkalis, yaitu periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019, termasuk menjadi kepala desa di Muara Basung. Ijazah yang saya pergunakan masih ijazah yang sama dan tidak ada dipermasalahkan oleh pihak manapun. Kok ketika saya mencalonkan diri menjadi bupati, tiba-tiba muncul opini yang menuduh saya menggunakan ijazah palsu,"ujar Amril, Kamis (10/09/2015) terkait isu tersebut.
Dijelaskan politisi Partai Golkar ini, termasuk ketika dirinya mendaftarkan diri ke KPU Bengkalis sebagai calon bupati, lampiran persyaratan yang dipergunakannya masih merupakan ijazah yang sama. Bahkan dirinya telah menyelesaikan studi strata 1 (S1) di perguruan tinggi swasta di Medan dan S2 di Surabaya.
Kemudian sambungnya, soal ijazah SMA diakuinya memang ijazah persamaan. Ia sempat berhenti sebentar sekolah SMA di Duri karena orang tuanya meninggal dan kemudian ikut ujian persamaan paket C di Pekanbaru dengan lokasi ujian di SMAN 3 Pekanbaru tahun 1996. Selanjutnya ia kembali ke Muara Basung kampungnya dan sempat mengabdi sebagai kepala desa, kemudian kuliah di Medan dan terpilih untuk pertama kali sebagai anggota DPRD Bengkalis tahun 2004.
"Sampai hari ini ijazah saya tidak pernah dipermasalahkan oleh KPU ketika mendaftar sebagai calon legislative maupun calon bupati. Karena ijazah SMA persamaan diakui oleh Negara karena yang mengeluarkan Dinas Pendidikan, institusi resmi pemerintah dibidang pendidikan,"ungkap Amril, putra asli Sakai tersebut.
Disinggung soal langkah selanjutnya, ia mengaku akan berkonsultasi dengan ahli hukum. Karena diduga isu yang dikembangkan sudah mengarah kepada pencemaran nama baik dan tidak memiliki substansi hukum. Apalagi isu tersebut dikembangkan pada suasana pilkada.
"Biasalah, ini kan tendensinya politik jelang pilkada.
Kemarin saya tiga kali menjadi caleg dan terpilih tak pernah dihembuskan
isu soal ijazah saya,"tambah Amril.(Sup)
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau