Senin, 22 Jun 2026

Politik

Antara Gibran, Anies dan Ganjar

admin
Kamis, 17 Nov 2022 11:24
merdeka.com

Dua hari berturut-turut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi pusat perhatian. Bukan karena aksinya yang merespons keluhan warga, namun karena sosok yang bersamanya.

Pada Selasa (15/11), Gibran kedatangan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon presiden yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem). Keduanya sarapan bareng di Resto Andrawino, Novotel Hotel, Solo.

Anies mengatakan kedatangannya ke Solo untuk menghadiri puncak Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsy di Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon. Sedangkan pertemuannya dengan Gibran hanya sekedar silaturahmi biasa.

"Alhamdulillah pagi ini bisa berada di Solo. Nanti rencana menghadiri haul. Senang sekali bisa bersilaturahmi dengan Pak Wali Kota," ujar Anies.

Anies memuji Gibran dalam memimpin Kota Solo. Menurutnya Solo kini semakin rapi, bersih dan tertib. Ia juga mendoakan ke depan Solo lebih maju dan berkembang.

"Tadi kita ngobrol santai saja ya Mas Gibran, sambil sarapan. Enggak ada yang khusus, silaturahmi aja,' katanya.

Respons Anies soal Pilpres 2024

Saat disinggung terkait Pilpres 2024, Anies enggan menanggapi. Saat ini, lanjut dia, acaranya fokus untuk silaturahmi dan menghadiri Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsy. Ia juga mendoakan Gibran agar dilancarkan dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Saya selalu mendoakan semoga Mas Gibran selalu sehat, dimudahkan dalam menjalankan amanah ini. Seneng sekali tadi bisa menyambut beliau sarapan bersama dan ngobrol leluasa," katanya.

Anies mengakui ada saling sharing pengalaman tentang pengelolaan kota. Karena dirinya pernah bertugas mengelola sebuah kota. Meski di Jakarta ia menjabat gubernur, namun tetap sebuah kota dengan skala besar.

"Kita juga ngobrol tentang kendaraan umum yang mudah mudahan bermanfaat," katanya.

Jawaban Gibran

Sementara Gibran mengaku pembicaraan hanya seputar transportasi umum dan permasalahan problem kota lainnya.

"Enggak ada (pembicaraan politik). Ngobrol biasa sambil sarapan," katanya.

Terkait masalah transportasi umum, Gibran tak memungkiri, jika saat ini Jakarta masih menjadi acuan untuk kota lainnya.

"Contohnya dari Jogja ke Solo atau sebaliknya kan banyak yang naik KRL. Nanti kita massifkan lagi," ujarnya.

Gibran membantah pertemuan tersebut sebagai ajang kepentingan Anies menuju Pilpres 2024. Menurutnya pertemuan dengan Anies hanya sekadar silaturahmi.

Saat ditanyakan apakah pertemuan dengan Anies bisa membuka peluang untuk maju pilkada DKI Jakarta, Gibran mempersilakan masyarakat berspekulasi.

"Silakan berspekulasi. Kene (saya) tujuane silaturahmi, pengajian. Jik dibahas meneh (masih dibahas lagi)," tukasnya.

Putra sulung Presiden Jokowi menegaskan bahwa dia berkewajiban menyambut semua tamu VVIP yang datang ke Solo, termasuk Anies Baswedan yang pernah menjabat kepala daerah.

"Semua tamu VVIP kan saya yang berkewajiban menyambut. Isih dibahas meneh to," katanya.

Gibran menyampaikan, siapa saja yang mengajak bertemu, akan diberikan kesempatan. "Kita janjian, masak enggak boleh," tegasnya.

Gibran ingin kondisi di Solo adem menjelang pemilu 2024. "Kene ki pinginya adem-adem wae, yang lain do panas. Nek pingin panas lihat kebakaran itu lho lho, panas," pungkasnya.

Makan Bareng Ganjar

Sehari berselang setelah pertemuan dengan Anies, Gibran mengunggah foto kebersamaan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam unggahannya di media sosial Twitter, Gibran mengatakan, lebih enak makan di warung sederhana.

"Memang lebih enak makan di warung sederhana seperti ini," tulis Gibran, dikutip Rabu (16/11).

Belum diketahui kapan foto tersebut diambil, termasuk hari saat Gibran dan Ganjar makan bersama.

Reaksi PDIP

Merespons pertemuan tersebut, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menuding Anies berencana memecah belah partai berlambang kepala panteng tersebut. Anies yang tidak punya partai, dinilai sedang mendekati Gibran yang merupakan kader PDIP. Said mengatakan, ada upaya menjauhkan Gibran dengan partai.

"Anies yang mau jaukan Gibran, Anies enggak punya partai. Gibran kader PDI Perjuangan. Itulah tricky politik Anies saja untuk mecah belah PDI Perjuangan," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11).

Menanggapi tudingan dari PDI Perjuangan itu, Anies menggelengkan kepala. Anies enggan lebih rinci memberikan tanggapannya.

"Ndak ada tanggapan," kata Anies di Yogyakarta, Rabu (16/11).

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.