Bantah Kongkalikong, Kejari Mengaku Terus Awasi Kinerja ULP Bengkalis
Laporan : Supriyanto
Kamis, 20 Agu 2015 12:49
BENGKALIS-Kejaksaan Negeri (Kejari) sebagai salah satu institusi penegak hukum membantah keras adanya dugaan kongkalikong dalam proses pelelangan yang dilaksanakan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis.
Bahkan Kejari Bengkalis mengaku terus memantau dan
mengawasi kinerja yang selalu mendapat sorotan masyarakat, terutama pada proses lelang proyek.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Rahman Dwi Saputera melalui
Kasi Intel Furqonsyah ketika dikonfirmasi soal adanya dugaan pencatutan
nama atau institusi aparat penegak hukum dalam proses pelelangan di
Bengkalis, mengaku kalau ia sering mendengar hal
tersebut. Demikian juga dengan adanya kongkalikong antara kejaksaan
dengan ULP dalam proses lelang, dibantah keras Kejari Bengkalis.
"Kami senantiasa mengawasi kinerja dan sepakterjang ULP Bengkalis dalam
pelelangan proyek. Soal adanya dugaan pencatutan nama, terutama soal
adanya paket proyek titipan dari pihak kejaksaan itu sama sekali
tidak benar. Tidak ada kongkalikong antara kejaksaan dengan ULP Bengkalis,"bantah Furqonsyah, Rabu (19/08/2015).
Soal adanya dugaan mem-backing proyek oleh kejaksaan tersebut, ia
meminta kepada khayalak ramai untuk memberitahukan langsung ke kantor
kejaksaan. Karena pada prinsipnya Kejari Bengkalis selalu mengawasi
kinerja personil di ULP, mulai dari ketua ULP, ketua dan anggota kelompok kerja (pokja) di ULP.
Sedangkan terkait langkah Kejari dalam memberantas dugaan praktek suap
dalam pelelangan proyek di Bengkalis, Furqonsyah mengaku untuk
membuktikan praktek suap harus dilakukan tangkap tangan atau melalui
sadapan. Kejari sendiri tidak memiliki fasilitas untuk melakukan
penyadapan.
"Harus tertangkap tangan kalau ada dugaan praktek suap.
Kita tidak memiliki fasilitas penyadap, sehingga untuk memberantas
praktek suap proyek atau pengaturan itu harus dilakukan secara tepat.
Sebab para pelakunya sangat rapi dalam menjalankan praktek
tersebut,"jelas Furqonsyah.
Sejumlah kalangan di Bengkalis sejak dua tahun terakhir, menilai banyak
kejanggalan dalam praktek pelelangan proyek di ULP Bengkalis,seperti
praktek suap atau setoran yang sudah bukan rahasia lagi. Termasuk
diantaranya adanya dugaan back up penegak hukum dalam pelelangan proyek
di Bengkalis.
"Dalam pelelangan proyek di ULP Bengkalis kita berharap harus bersih
dari intervensi pihak manapun. Termasuk ketua ULP beserta seluruh pokja
di ULP yang sering mengatasnamakan aparat penegak hukum, atau mengaku
punya keluarga di institusi tertinggi penegak hukum,"timpal Abdul Rahman
S, pemerhati dari BAK-LIPUN Bengkalis.
Disebut Abdul Rahman lagi, personil di ULP Bengkalis dalam melakukan
lelang sering terdengar menjual-jual nama aparat, terlepas itu betul
atau tidak. Diantaranya ketua ULP (Sevnur,red) berikut pokja-pokja yang
terkesan berlindung lewat kedekatan dengan penegak hukum.
"Betul atau tidak ULP Bengkalis di-back up aparat, kita meminta proses pelelangan harus bersih agar pembangunan di Bengkalis berjalan baik, karena dampaknya kepada kualitas proyek dilapangan,"ujar Abdul Rahman.(Sup)
Modal Tarigan Diduga Sebar "Hoax" Soal Perceraian EP Dengan Suaminya
MEDAN | Lagi Lagi , Modal (MT) menjadi Sorotan Sejumlah Media , Kemarean soal tudingan dugaan perselingkuhan nya dengan seorang wanita inisial EP . Namun kali ini , MT kembali di Flow Up ke
Ustaz Abdul Somad Gugat Cerai Istrinya
PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS) menggugat cerai istrinya. Istri UAS, Mellya Juniarti, membenarkan gugatan cerai dari suaminya. Dilansir dari detik.com, Informasi ini dibenarkan istri UAS, M
ITA Riau Akan Buka Wisata Alam Di Kampar
PEKANBARU - Ikatan Trail Adventure (ITA) Riau, akan membuka Wisata Alam Riau Dua (WAR2) dengan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) se-Provinsi Riau. Acara akan digelar, Minggu (8/12) mendatang t
Polsek Rokan IV Koto Lakukan Pencari Balita Yang Hanyut
ROKAN HULU - Polisi Sektor (Polsek) Rokan IV Koto Resort Rokan Hulu turun langsung membantu mencari seorang anak laki-laki yang Hanyut saat mandi sambil mencari ikan dengan menggunakan Tangkuo (Alat p
Wartawan Pelalawan Berduka, Supendi Wafat
PELALAWAN-Kepergian Wartawan Haluan Riau, Supendi memberikan duka yang mendalam bagi insan Pers kususnya di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.Supendi berpulang di usianya yang ke 39