Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Bupati Bengkalis Terpilih Diminta Tidak Impor Pejabat

Pejabat Impor Dinilai Gagal

Bupati Bengkalis Terpilih Diminta Tidak Impor Pejabat

Laporan : Supriyanto
Senin, 14 Des 2015 12:03
internet
Wakil ketua DPRD Bengkalis, Dr H Indra Gunawan
BENGKALIS- Kendati secara resmi belum ada penetapan siapa Bupati terpilih Kabupaten Bengkalis priode 2016-2021, namun hampir dipastikan pasangan nomor urut 1, Amril Mukminin-Muhammad bakal menakhodai Negeri Junjungan lima tahun ke depan. Selain diharapkan merealisasikan janji kampanye, pasangan yang populer dengan sebutan AM-Mantap itu diingatkan untuk tidak "mengimpor" pejabat seperti yang dilakukan bupati terdahulu Herliyan Saleh.

Sebagian masyarakat mulai mewanti-wanti agar Bupati terpilih selektif dalam memilih para pembantunya (pejabat eselon,red) disemua tingkatan. Bupati diminta tidak mengimpor para pejabat dari luar, karena banyak anak dari Bengkalis yang dinilai lebih mampu serta menguasai kondisi maupun geografis daerah.

"Apa yang terjadi lima tahun lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi Bupati terpilih, bahwa tidak ada jaminan pejabat yang didatangkan dari luar itu lebih baik dari pejabat tempatan. Buktinya, program yang dijalankan terkesan masih copy paste dengan program sebelumnya, bahkan diantaranya stagnan tidak terlihat perubahan dalam pembangunan di daerah ini selama lima tahun," sebut Wakil ketua DPRD Bengkalis, Dr H Indra Gunawan, Minggu (13/12/2015).

Dikatakan politisi Partai Golkar itu, cukup banyak pejabat yang diimpor oleh Bupati sebelumnya mengisi posisi strategis, informasinya saat ini mulai ketar-ketir dan mengajukan diri 'keluar' dari Bengkalis. Kondisi seperti itu sejatinya tidak terjadi, kalau para pejabat itu berkomitmen atau benar-benar ingin mengabdikan diri untuk negeri dan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Tidak perduli, apakah di masa pemerintahan lima tahun berikutnya mereka tetap menjabat atau tidak.

"Komitmen pejabat impor tersebut patut dipertanyakan, apakah niat mereka dahulu datang ke Bengkalis, mengejar jabatan dan materi atau untuk mengabdi. Makanya kita minta kepada Bupati terpiliuh nantinya, untuk benar-benar selektif dalam menempatkan pejabat, jika dikira tidak layak atau belum mampu ya diganti saja, banyak anak jati Bengkalis yang mampu," pesan pria disapa Eet itu.

Sebagai putra asli Bengkalis dan sudah tiga priode menjabat anggota DPRD Bengkalis, Indra yakin jika Amril Mukhminin yang juga kader Golkar itu paham dan tahu siapa saja pejabat yang mampu dan bisa bekerja dan mana pejabat yang hanya pandai 'setor muka'.

"Butikan kalau AM-Mantap jauh lebih baik dari bupati dan wakil bupati sebelumnya. Manfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada, tidak semata membalas jasa, tapi ending yang baik harus menjadi target utama," harap Eet.

Terkait dengan isu keterlibatan tim sukses di ranah pemerintahan seperti yang terjadi sebelumnya, ikut menentukan siapa menjabat dimana dan sejumlah tindak lainya, Eet berharap hal semacam itu tidak terjadi lagi.

"Mereka yang berkeringat itu wajar kalau diberi handuk, itu hukum alamnya. Tapi ada batasan di ranah mana boleh tim sukses bermain dan tidak. Untuk ranah pemerintahan, saya yakin Bupati dan Wakilnya lebih paham, apalagi di pemerintahan itu ada Baperjakat. Dengan demikian, pemerintah yang sedang berjalan lebih berwibawa, tidak diatur semena-mena," ujar Eet lagi.

Mantan Ketua DPRD ini juga mengingatkan, agar Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie tidak mengeluarkan rekomendasi kepada mereka yang mengajukan diri pindah dari Kabupaten Bengkalis, khususnya para pejabat yang diimpor masa Bupati Herliyan Saleh.

"Bukan ingin membalas atau apa namanya, tapi menguji seperti apa komitmen mereka untuk daerah ini. Kalaupun nanti mereka terpaksa di-nonjobkan, itu bukan sesuatu yang luar biasa. Karena sebelum ini puluhan pejabat Bengkalis pada era bupati Syamsurizal juga di-nonjobkan Herliyan-Suayatno diawal mereka naik ke panggung kekuasaan," sebut Eet lagi.

Dinilai Gagal

Pendapat serupa dilontarkan Wan Sabri, dari Komite Masyarakat Bukitbatu-Siak kecil (KOMBS) bahwa mayoritas pejabat yang diimpor bupati Herliyan Saleh pada periode 2010-2015 gagal total. Lebih ekstrem lagi ia menyebut, pejabat impor Herliyan itu tidak punya komitmen apapun membangun Negeri Junjungan, hanya mengejar jabatan dan menumpuk kekayaan dengan berbagai cara di posisi mereka.

Disebut Wan Sabri, pejabat yang di-impor pada masa Herliyan Saleh itu memang harus dievaluasi total kinerja mereka. Secara kasat mata saja bisa dikatakan kalau mayoritas dari pejabat impor tersebut gagal total, mereka hanya menikmati kue APBD dengan jabatannya, malahan ada yang menjadi "mafia proyek" seperti yang dilakukan sejumlah pejabat eselon II dan III era Herliyan.

"Sudah menjadi rumor dan bahan cerita bagi masyarakat Bengkalis, kalau pejabat impor Herliyan Saleh diduga kuat kerjanya hanya mengatur proyek kemudian meminta uang setoran ke rekanan. Mana SKPD yang dipimpin pejabat impor Herliyan itu berhasil menjalankan program pembangunan, mereka datang ke Bengkalis ini hanya sebagai penikmat APBD trilyunan tanpa output yang maksimal,"tegas Wan Sabri.(Sup)

Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 14:45

    Pelaku Pembunuhan di Sungai Sembilan Dumai Ditangkap, Sebelum Cekcok Minum Tuak Bersama Korban

    DUMAI â€" Polsek Sungai Sembilan Polres Dumai bersama tim gabungan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan korban Suyetno (41) meningga

  • Senin, 22 Jun 2026 14:43

    Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Mantan Bupati Rohil Diperiksa Polda Riau

    PEKANBARU - Afrizal Sintong yang merupakan mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil), hari ini diinformasikan menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. Informasinya, ia diperiksa atas dugaan tindak pidana korups

  • Senin, 22 Jun 2026 13:49

    Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun

    PEKANBARU-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Kota Pekanbaru tahun ajaran 2026/2027 dimulai Senin (22/6/2026) pukul 00.00 WIB besok. Ada 51 SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang akan menampung

  • Senin, 22 Jun 2026 13:46

    Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te

  • Senin, 22 Jun 2026 13:43

    Riau Kaya Raya, PAD Tinggal Sisa: Bocor di Mana?

    Di atas kertas, Provinsi Riau adalah salah satu wilayah terkaya sumber daya di Indonesia. Hamparan kebun sawit mencapai jutaan hektare, pabrik beroperasi siang-malam, dan arus logistik tak pernah bena

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.