Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • DPRD Prov Riau Dapil Inhil Minta Pemprov Berikan tindakan nyata

Jembatan Ambruk

DPRD Prov Riau Dapil Inhil Minta Pemprov Berikan tindakan nyata

Laporan : Aditya Prahara
Minggu, 08 Nov 2015 14:40
Aditya Prahara

TEMBILAHAN - Anggota DPRD Riau asal pemilihan Inhil, H. Musyafak Asikin meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk memberikan tindakan nyata atas robohnya jembatan Reteh, Kecamatan Keritang Inhil.

Pasalnya, pasca robohnya jembatan itu, pihak pemerintah provinsi secara tertilis maupun lisan sudah diberitahukan oleh bupati Inhil HM Wardan, bahkan saat pertemuan keduanya, Plt Gubernur Riau langsung memerintahkan Dinas Bina Marga untuk segera membangun kembali jembatan tua itu.

Namun hingga saat ini belum tampak tanda - tanda fisik akan adanya pembangunan jembatan yang merupakan akses penting masyarakat tersebut.

Yang terlihat adalah, kunjungan, kunjungan dan hanya sebatas kunjungan dengan menghabiskan uang rakyat.

Musayafak merasa kecewa atas kunjungan Asisten II Sekdaprov tersebut, Ia menilai pemerintah Provinsi Riau seakan tidak percaya dengan laporan yang disampaikan Kepala Dinas dan Bupati Inhil.

"Apa asisten II itu tidak percaya dengan laporan yang disampaikan oleh Bupati dan Kepala Dinas?" ungkap Musyafak kepada spiritriau.com, Sabtu (08/11/2015).

Dengan lantang Musyafak mengungkapkan masyarakat Inhil butuh tindak lanjut nyata dari pemerintah, bukan hanya sebatas kunjungan.

"Seharusnya tindak nyata, bukan kunjungan-kunjungan lagi. Bupati kan sudah menemui langsung Plt. Gubri, menyampiakan laporan secara lisan dan tertulis," tegasnya.

Politisi partai Amanat Nasional ini berharap pembangunan jembatan reteh harus disegerakan, mengingat sudah dalam konsisi darurat dan merupakan akses penting bagi masyarakat beberapa kecamatan di wilayah Inhil bagian selatan.

sebelumnya, Asisten II Sekda Provinsi Riau Masperi melakukan kunjungan ke Inhil guna meninjau Jembatan Reteh yang ambruk, Sabtu (07/11/15).

Dinyatakan Masperi, putusnya akses jembatan ini sudah masuk kategori darurat. 

"Sudah masuk kategori darurat, maka sudah dapat penunjukan langsung (perbaikan jembatan) untuk fungsional, bukan untuk pembangunan langsung (permanen)," ungkap Masperi ketika di wawancara awak media sewaktu meninjau jembatan reteh.(dit)

Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.