Politik
Dari Jokowi, SBY sampai Alexis kena sindir Anies Baswedan
Sumber:Merdeka.com
Senin, 16 Jan 2017 15:41
Saling sindir dan serang antar kandidat pun tak lagi bisa dihindari. Agus-Sylvi, Ahok- Djarot dan Anies-Sandi tak henti-hentinya mencari sisi lemah pesaingnya demi menjadi orang nomor satu dan nomor dua di Jakarta.
Terbukti dalam debat kandidat resmi yang digelar oleh KPU DKI pada Jumat (13/1) di Hotel Bidakara, Jakarta lalu. Sebut saja Anies Baswedan, saat debat tidak cuma mengkritik dan menyerang dua pesaingnya Ahok dan Agus, melainkan juga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam debat itu, Anies menagih janji Pemprov DKI Jakarta era Ahok yang belum juga merealisasikan janji kampanye membuat kampung deret di Jakarta. Kampung deret menjadi salah satu janji Gubernur DKI Jakarta kala itu Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Ahok.
"Lima tahun lalu ada yang janji akan membangun kampung deret, di mana kontrak politik itu?" kata Anies di sesi debat.
Anies mengaku datang langsung ke tempat yang dijanjikan Pemprov DKI akan dibangun kampung deret. Di sana, menurut dia, warga menanyakan kontrak politik yang tak kunjung direalisasikan.
"Saya datang ke tempat yang sama dan warga menunjukkan kontrak politik tersebut. Lalu saya katakan, kami yang akan melaksanakan (bikin kampung deret)," kata Anies.
Anies juga mengkritik keras SBY, ayah dari Agus Yudhoyono. Awalnya, Agus menanyakan bagaimana langkah Anies menjaga keamanan Jakarta agar kondusif dari aksi kriminal dan kejahatan lainnya.
"Pelanggaran hukum berulang jika dibiarkan. Pelanggaran hukum harus dihadapi tegas. Saya dan bangsa ini bukan bagian dari masalah, kami tak ada kaitan dengan masa lalu di kota ini," kata Anies.
Karena itu, Anies yakin jika memimpin Jakarta nantinya tidak akan tersandera dengan kepentingan apapun.
"Kita hidup di negara 10 tahun dimana orang melanggar didiamkan, kami bukan bagian dari itu di Jakarta. Anda mendapat pilihan berbeda, kita tidak pernah berhadapan dengan hukum, kami nol sehingga tidak ada kompromi pada pelanggar hukum," jelas Anies.
Tidak cuma mengkritik presiden dan mantan presiden, Anies juga menyentil Ahok yang dinilai melempem ketika harus berhadapan dengan prostitusi kelas atas. Misalnya di Hotel Alexis yang pernah disebut Ahok ada surga dunia. Sayang, Pemprov DKI tak pernah menutupnya dengan alasan tidak ada bukti.
Anies menyentil Ahok jika urusan penggusuran sangat tegas tidak ada ampun. Tapi menghadapi prostitusi kelas atas, tak berdaya.
"Untuk urusan pengusuran tegas. Tapi urusan prostitusi Alexis lemah," kata Anies.
Karena itu, jika nantinya dipercaya memimpin Jakarta, Anies menyatakan akan bertindak tegas tanpa pandang bulu, termasuk dalam menertibkan prostitusi.
"Kita akan tegas menghadapi mereka," ujar Anies. (merdeka.com)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie