Dinilai Berhasil dan Pasangan yang Harmonis, Syamsuar-Alfedri Diprediksi Kembali Pimpin Siak
Sabtu, 08 Agu 2015 10:53
Kesimpulan itu GoRiau.com peroleh saat diskusi ringan dengan Ketua Tim Koalisi Syamsuar-Alfedri Indra Gunawan, Ketua PAN Siak Fairuz Ramli dan Ketua Hanura Siak Ismail Amir di Gedung DPRD Siak, baru-baru ini.
"Berapa presentase kemenangan SUARA tak etis rasanya saya sebutkan, Suhartono dan Syahrul teman dan mitra kerja saya di Dewan, saya menghormati mereka. Tapi, untuk Pilkada hati saya sepenuhnya mendukung SUARA, saya yakin SUARA kembali pimpin Siak lima tahun ke depan," kata Indra yang juga Ketua DPRD Siak itu.
Meski pasangan SUARA diusung 18 kursi di DPRD Siak, sementara Suhartono-Syahrul 22 kursi, namun hal itu bukanlah menjadi tolak ukur. Terbukti disejumlah daerah di Indonesia yang sudah menggelar Pilkada.
"Contohnya Jokowi sajalah, parpol yang mengusung Prabowo lebih banyak, tapi tetap saja Jokowi jadi Presiden. Artinya, untuk memilih kepala daerah, popularitas dan elektabilitas itu sangat menentukan. Syamsuar-Alfedri sudah berbuat 4 tahun, sehingga figurnya lebih dikenal warga Siak di 132 kelurahan/desa yang ada di 14 kecamatan," jelas Indra.
"Apalagi sejumlah program pembangunan, seperti jalan poros di desa-desa, pendidikan dan kesehatan gratis dan banyak lainnya. Itu semua sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kekuatan itu semakin bertambah karena Syamsuar-Alfedri keduanya juga incumbent, saat ini Syamsuar menjabat Bupati dan Alfedri sebagai Wakil Bupati Siak. Ini pasangan yang harmonis, jarang terjadi di Indonesia," tegas Indra.
Ketua PAN Siak Fairuz Ramli juga begitu optimis pasangan SUARA menang di Pilkada. Proses dukungan yang diberikan DPP PAN kepada SUARA bukanlah hal yang mudah. Keputusan itu diambil setelah dilakukan sejumlah survey yang melibatkan tim independen dari akademisi.
"Sudah berkali-kali survey dilakukan, tetap saja pasangan SUARA teratas, makanya PAN mendukung penuh SUARA di Pilkada Siak. Semua kader PAN Siak juga solid memenangkan pasangan incumbent ini. Mereka sudah memberi bukti kepada masyarakat, bukan hanya janji-janji," jelas Fairuz.
Hal yang menarik terjadi di tubuh Partai Hanura Kabupaten Siak. Kendati saat ini ada dua kepengurusan di bawah pimpinan Ismail Amir dan Rolis, namun kedua-duanya sudah bulat mendukung pasangan SUARA.
"Kalau Hanura sudah dari awal mendukung Pak Syamsuar. Ini bicara hati nurani, dukungan parpol itu tak bisa sebagai tolak ukur, ini pemilihan kepala daerah, bukan calon legislatif. Saya dulu PBR, pindah ke Hanura tetap saja kembali jadi anggota Dewan. Pak Syam sudah banyak berbuat, kalau lawannya baru janji-janji, masyarakat sekarang sudah semakin pintar, mana yang sudah berbuat, tentu itu yang akan mereka pilih," tegas Ismail.(grc)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie